Masakan khas Ma’anyan

Kelelawar atau yang bagi orang ma’anyan lebih dikenal dengan nama “paing”, merupakan salah satu bahan makanan yg lumayan enak dan sangat di perhitungkan oleh orang ma’anyan.

Di Ampah, setiap hari jumat kita dapat menemui para penjual paing ini berjualan di depan SDN 1 Ampah atau samping kantor CU. Mereka datang dari berbagai tempat dan mulai berjualan sejak pukul 5 pagi. Harga yang di tawarkan utk seekor paing cukup murah, hanya sebesar Rp 35.000,- sampai dengan Rp 50.000,- .

Bagi orang ma’anyan, paing di masak dgn menambahkan sayur2. Lazimnya sayur yg ditambahkan adalah keladi atau siwak(batang pisang, diambil bagian yang mudanya). Jika menggunakan siwak, bau masakannya mantap dan menyengat,khas lah. Namun, jika menggunakan sayur keladi,baunya agak kurang.

Paing ini dibersihkan dgn hanya membuang bagian telinga,kaki,kuku dan bulu yang ada pada bagian lehernya. Untuk isi perutnya, tergantung selera anda,mau di buang ataukah mau di ambil hatinya saja,dll. Setelah benar2 bersih, paing dimasak dgn darahnya,konon hal ini agar masakannya enak dan benar2 memiliki rasa yg khas paing. Hoho. Sayapnya, dagingnya,tulangnya,kepalanya, masukkan semuanya, di tambah garam dan peksin, jika daging sudah lumayan lemah, masukkan sayurnya. Nah,Tunggu saja sampai semuanya benar2 masak, simple dan nggak ribet kan? Maklum, soalnya orang ma’anyan kadang tidak terlalu suka dgn sesuatu yg merepotkan, prinsipnya “apa yang ada jadi lah”. Meskipun demikian di jamin ,ENAK.

Sebenarnya, jenis kelelawar yg bisa dimakan ada lagi,yakni “kekek” yang satu ini kelelawar yg berukuran kecil. Orang2 jarang menjualnya dan juga musiman,karena itu kita harus mencarinya sendiri di malam hari. Di Ampah,wilayah yg biasanya menjadi tempat mencari kekek adalah di jln TVRI. Cara memasak kekek hampir sama seperti pd paing,namun krn ukurannya yg kecil kt mgkin kesulitan membersihkannya.

Keunikan suku adalah harta tak ternilai. Negara yg besar adalah negara yg mampu mempertahankan nilai keutuhan dan keeksistensian keunikan budayanya.

2 thoughts on “Masakan khas Ma’anyan

  1. Ping-balik: Adat Istiadat Ma’anyan : Budaya “Adu Pama” « Lia Af anak AMPAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s