Ingin Menulis? Mari membaca!

Kalimat yang bagus namun aneh kedengarannya. Masa’ mau nulis, kok di suruh baca. Kapan nulisnya?

Namun, kalimat di atas memang benar. Dan selalu kita lakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Kalau kehabisan ide untuk, maka biasanya semua buku di lahap demi mendapatkan inspirasi. Betul nggak? Buku bacaan entah itu koran, majalah, novel, komik, buku pengetahuan, kamus, dll adalah sarana efektif nan efisien sebagai narasumber terdekat. Buku bacaan juga bisa kok, berupa orang di sekitar kita. Mungkin hasil ngobrol ngalor ngidul dengan teman kita membuahkan sesuatu yang sreg untuk kita tulis. Bahkan diri kita sendiri juga bisa kok jadi buku bacaan yang menarik, misalnya pengalaman kita.

Pada dasarnya, membaca adalah pondasi awal dari menulis. Kenapa? Darimana kita dapat berpikir mengenai kalimat-kalimat super puitis bahkan kadang ngegombal kalau bukan hasil membaca? “Kemarin malam, aku kirim kau bidadari super cantik buat ngejaga kamu dalam tidurmu. Eh, nggak sampai setengah menit, bidadarinya balik lagi. “Lho, kenapa kok balik?”tanyaku. “Kau ini, masa bidadari di suruh jaga bidadari?”jawab si bidadari”. Ini sekedar contoh aja. Trus darimana kita bisa dapat inspirasi-inspirasi nakal dalam tulisan kita? Ya dari membaca juga. Inspirasi nakal? Tuh, sana, contohnya AMSTERDAM! Atau menggabungkan nama-nama jalan jadi cergabung (CERita GAk nyamBUNG).

Karena itu, jika anda ingin menulis, maka anda harus membaca lebih dulu. Semakin banyak membaca, semakin banyak ragam masukan baru untuk tulisan kita!

Jadi, jika ingin menulis, mari membaca!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s