Puisi dari Insan Bagai Puing

Nafas tersengal jalani perempatan
Lemah lunglai langkahi trotoar
Tiada asa tuk berhenti
Matahari tak tinggi lagi

Mendung sial hiasi angkasa
Jalan masih jauh
Menantang dalam congkaknya
Mustahil kau mampu

Sribu pacu dalam nafsu bego
Penuh tawar dalam ketakutan konyol
Beraksi dalam ceceran moral
Acuh…
Rakus…
Kupas…
Kuliti…
Lumat halus dalam kesintingan

Lari…
Pekik suara hati
Langkahkan kaki yang rapuh
Mencoba terus melangkah
Meski esok masih jauh…

Masih adakah esok
Bagi insan bagai puing?

3 thoughts on “Puisi dari Insan Bagai Puing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s