Cerpenku : KANKER

Pagi yang sepi, sesepi hatiku. Dengan langkah kurang bersemangat aku berjalan menuju sekolah.
“Dian!” terdengar teriakan melengking dari seberang jalan memanggil namaku. Siapa lagi kalau bukan Sri, sahabatku sejak SD.
“Selamat pagi, bos!” sapanya ceria seraya berlari menghampiriku.
“Morning” sahutku acuh, “tumben, pagi-pagi begini kau sudah siap.”
“Ah, masa kau tak tau? Hari ini di kelas kami ada ulangan Fisika, jadi …”
“Aku mau cepat-cepat bikin strategi” sambungku cepat.
“Pintar kamu” Sahutnya seraya cengar cengir.

Meski masih pagi, pelajaran Sejarah ini tetap membuatku mengantuk.
“Ada yang tau letak wilayah benua Amerika?” tanya Pak Priadi. Tak ada yang menyahut, mungkin tak tau. Aku yang merasa agak tau menyahut, “Saya, pak!”
“Ya Dian, silahkan tunjukkan di peta ini!”
Aku segera maju dan menunjukkannya.
“Ya, benar.” kata pak Priadi, “Toni, siapa yang menemukan benua Amerika?”Lanjutnya.
Toni kebingungan namun segera menjawab,
“Dian, Pak!”
Bersamaan dengan tawa seisi kelas, terdengar lonceng istirahat berbunyi. Akhirnya …

Aku sendirian dikelas, teman-temanku pergi ke kantin, perpus, dan lainnya.
“Dian, kantin yuk!” Ajak Sri menghampiriku.
“Malas, kamu aja sana”Tolakku
“Eh, masa aku sendirian. Ayolah, Dian!” bujuknya. Aku tetap menolak. Berkali kali ia merayu aku, tetap ku tolak. Hingga akhirnya, ia bertanya
“Kamu kenapa sih?”
“Aku lagi kena kanker!” bisikku
“what? Apa? Yang benar. Dian, kena kanker apa? Hati? Darah? Otak? Atau jangan jangan payudara?”Tanyanya serius
“Hush… Macam-macam saja kau ini”kataku
“Dian, sudah kedokter belum?Segera ke dokter ya, nanti jadi kronis, ntar mati.” cerocosnya
“Sri, sadar. Kamu kok serius sekali? Kanker itu …”
“Penyakitkan?”potongnya,”Ortumu tau?”
“Sri, dengar! kanker, KANTONG KERING, Sri!”
“hah?” Sri melongo, garuk-garuk kepala, mulutnya terbuka mengeluarkan bunyi O panjang. Kemudian dia menarik tanganku.
“Eh, Sri. Apaan sih?”
“Yo kekantin, ku bayarin. Mumpung aku punya duit lebih!” ujarnya seraya terus menarikku keluar kelas.
“Tapi..”
“Harus!”
Ah,trimakasih, sahabat

4 thoughts on “Cerpenku : KANKER

  1. Ping-balik: Cerpen : The Legend of Idaman in Smansa Duta | Lia Af anak AMPAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s