Judi, Membudaya Dalam Budaya?

Adat istiadat adalah suatu kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Adat istiadat merupakan bagian dari kebudayaan. Salah satu kebudayaan Dayak adalah pelaksanaan Wara. Tetapi untuk postingan kali ini, bukan prosesi ritual Wara yang saya angkat, namun hal yang ada di belakang atau bahkan bagian acara tersebut. Yang mana sering disebut sebagai ‘penyakit masyarakat’ dan jika dipandang dari sudut pandang agama adalah hal yang termasuk dosa. Ok, langsung saja. Itu adalah JUDI. Ada berbagai macam istilah juga, seperti badadu, bagurak, dan koni.

Pernahkah Anda bertanya, mengapa seorang penjudi, walaupun kalah ia masih terus bermain sampai ludes? Para peneliti mengemukakan bahwa
1. Ada bagian otak yang membuat penjudi kecanduan. Bagian ini diberi nama sirkuit piala. Letaknya dibelakang dahi atas, di bagian otak yang disebut kortek frontal media. Bagian otak ini selalu memaksa untuk meneruskan permainan, dengan cara berusaha menyakinkan dirinya pasti akan menang nanti.
2. Ada rasa senang diotak ketika terjadi kejutan kecil saat kemenangan tiba.
3. Dengan bantuan alat pengamat Magnetic Resonance Imaging dapat diketahui, hemisfer atau belahan otak sebelah kanan sangat aktif.
4. Penjudi tidak mampu menahan keinginan untuk mengulangi kenikmatan yang dirasakan saat bermain, bahkan detak jantung dan konsentrasi kortisol pun meningkat.

Pertama tama orang bermain judi karena faktor coba-coba, yang tanpa disadari menjadi sebuah hobi di dalam diri. Hobi tsb berubah menjadi sebuah kebutuhan, artinya telah terjadi kecanduan judi.

_Ini lah suatu dilema dalam masyarakat antara pro dan kontra. Judi dinilai tidak baik dan sangat merusak kepribadian, namun dilain pihak, diakui bahwa jika tidak ada judi maka suatu acara tidak akan ramai. Namun, apakah kita mau agar judi membudaya dalam budaya? Ataukah budaya kita hilang karena tiada acara judi? Apa yang harus kita lakukan?

Tanyakan pada rumput yang bergoyang dan nyiur yang melambai🙂

4 thoughts on “Judi, Membudaya Dalam Budaya?

  1. Yei… Blog ku udah 1 tahun umurnya. Trimakasih atas kesediaan Anda mengikuti ke-45 tulisan dan trimakasih atas 147 komentar dalam 1 tahun ini. Semua baik dan membangun bagi Lia Af. Semoga untuk next time, menjadi lebih baik lagi.
    SALAM

  2. Judi memang sudah menjadi bagian budaya kita mba.😛
    Wah… sudah setahun ya umur blognya. Selamat, selamat.🙂
    Salam kenal dari newbe.😎

  3. Ping-balik: Adat Istiadat Ma’anyan : Budaya “Adu Pama” « Lia Af anak AMPAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s