Berbagi Materi Katekisasi Sidi

Kedewasaan tidak ditentukan oleh usia, namun dari Iman dan sikap yang menuju pada hal yang lebih baik. Di dalam Agama Kristen Protestan, sidi dapat di katakan sebagai suatu acara pelepasan yang sakral bagi Pemuda/i Kristen dari remaja yang kekanak-kanakan menuju remaja yang dewasa.

A. APA ITU SIDI?

Sidi adalah mengaku kepercayaan yang di lakukan di hadapan Tuhan, Pendeta, dan Jemaat. 3 hal bagian penting dari liturgi peneguhan sidi adalah Pengakuan Iman, 10 Firman, dan Kesimpulan Hukum Taurat.

Sidi penting untuk menunjukkan kedewasaan seseorang dalam persekutuan gereja, yang artinya dia sudah bisa di akui sebagai anggota gereja dewasa dan bertanggung jawab penuh dalam aktivitas gereja. Dia juga punya hak penuh untuk memilih dan di pilih sebagai penatua/diakon, ataupun sebagai saksi baptisan.

B. APA ITU KATEKISASI?
Katekisasi, berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yakni katekheoo, katekhein yang artinya mengajar secara lisan. Katekis adalah pengajar katekisasi – pendeta, penatua, diakon, vikar, ataupun aktivis yang telah dibekali untuk menjalankan tugas tersebut- bertugas meneruskan pokok utama iman Kristen kepada katekumen (peserta katekisasi). Katekisasi berarti suatu pembelajaran tentang kebenaran Firman Tuhan.

 Fungsi penting katekisasi

Katekisasi memegang peran penting dalam membawa suatu kedewasaan baik iman maupun tingkah laku bagi para katakumen.

Beberapa fungsi penting dari katekisasi adalah sebagai berikut :

 

  • sebagai simpul pemersatu pokok-pokok iman Kristen dengan kehidupan nyata mereka, sehingga di hasilkan orang Kristen yang menyatu dalam pemahaman dan pelaksanaan hidupnya dengan pokok-pokok iman Kristen.
  • sebagai penghubung kerjasama doa dan bimbingan antara pendeta, orangtua, penatua, diakon, dan lainnya.
  • mewadahi pemuridan yang membentuk generasi penerus gereja. – Menghubungkan wawasan Kristen dengan wawasan aktif katekumen.
  • meningkatkan sikap menghargai Alkitab dan menafsirkan Alkitab dalam kerangka pokok iman.
  • menggali kebenaran Alkitab yang menjadi sumber pokok iman yang sedang dipelajari.(Paul Hidayat. 2010. BGA dan Katekisasi. Jakarta: Santapan Harian, hlm 4-5)

 

B. ALKITAB DAN TAHAP KANONISASI ALKITAB

Alkitab dalam bahasa Arab adalah kutiba yang berarti ketetapan/hukum, aturan dalam menjalankan Agama. Alkitab bagi orang Kristen adalah buku berisi tentang pernyataan iman seseorang kepada Tuhan.

Alkitab terdiri atas 39 kitab di Perjanjian Lama dan 27 kitab di Perjanjian Baru. Isi dari Perjanjian Lama ialah tentang janji Allah/nubuat, sedangkan Perjanjian Baru berisi tentang penggenapan janji.

tahap kanonisasi

5 tahap kanonisasi Alkitab :
– formasi
– sirkulasi
– koleksi
– redaksi
– seleksi

D. TRINITAS
Trinitas artinya kesatuan dari tiga, yakni
– Allah Bapa
– Yesus (Putra)
– Roh Kudus

Allah sebagai Bapa yang memelihara. Putra sebagai teladan saat Ia menyerahkan diriNya dalam rupa manusia dan merelakan nyawaNya di kayu salib. Roh Kudus sebagai pembimbing, pendamping, penolong yang tidak terlihat, memampukan kita untuk berbuat dan merespon tindakan Allah dalam hidup.

E. PEMUDA DAN BUDAYorA
Pemuda adalah orang yang berjiwa muda. Budaya adalah hasil olah pikir manusia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia dapat di sebut dengan kebudayaan.

Pemuda sebagai orang yang memiliki keingintahuan yang besar harus mengambil sikap terhadap budaya yang di temuinya. Karena tidak setiap bentuk budaya itu baik dan membangun. Sikap yang terbaik adalah menerima yang baik, dan menolak yang buruk.

F. SAKRAMEN
Dalam Agama Kristen Protestan, hanya ada dua sakramen yakni Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus.

a. apa itu sakramen?

Sakramen dalam bahasa latinnya sacramentum artinya perbuatan kudus (sakral). Sakramen menunjukkan upacara/kebaktian khusus yang di laksanakan gereja dalam pelayanan.

b. sakramen Baptisan Kudus

sakramen sebagai tanda pengampunan dosa dan hidup yang baru. Alat yang di gunakan adalah air sebagai lambang penyucian atas dosa. Ada dua cara baptisan, yakni baptisan percik dan baptisam selam, namun keduanya menunjukkan pada 1 makna.

Dibaptiskan dalam nama:
BAPA, artinya kita telah masuk ke dalam lingkungan kasih serta anugerah Bapa kita.
ANAK, Yesus telah membasuh kita dari dosa dan hidup dalam perdamaian dengan Allah.

ROH KUDUS, a.Roh Kudus telah di anugerahkan kepada kita.[Matius 28:19-20; Roma 6:3-4]

c. sakramen Perjamuan Kudus
hanya boleh diterima oleh anggota jemaat yang sudah angkat sidi.

Makna perjamuan kudus :

  • Diingatkan akan kematian Yesus sebagai penebus dan penyelamat dunia.
  • Kita mengalami persekutuan dan persatuan di dalam tubuh Kristus dengan semua orang beriman.
  •   Mengalami persekutuan dan merasakan kehadiran Tuhan Yesus yang telah bangkit dan hidup.
  • Kita di sadarkan, dikuatkan, dan diperbaharui oleh roh kudus.

[Matius 26:26-28; 1 Korintus 11:23-25]

G. TRI PANGGILAN GEREJA
Gereja sebagai salah satu bagian dari dunia memiliki tugas-tugas sebagai gereja yang hidup.

3 tugas gereja :

a. Marturia (bersaksi)
[Kis 2:41-47; 1 Pet 2:9-10; Rom 12:9-21; Mat 5:13-16; Amos 5:21-27; Yes 58:6-7]

b. koinonia (bersekutu)
[Yoh 17:1-26; Rom 12:9-21; Ef 4:32; Fil 2:1-10; Gal 5:13-15]

c. diakonia (melayani)
[Mat 20:20-28; Yoh 13:1-20; 1 Pet 4:7-11; Mat 25:31-46; 2 Kor 9:1-5]

Gereja harus menyadari keterlibatannya dalam masyarakat harus merupakan bentuk keprihatinannya pada masyarakat yang di layaninya.

H. REMAJA KRISTEN DAN PACARAN
Pacaran adalah proses pengenalan/penjajakan untuk menuju pada pernikahan. Dalam pandangan Alkitab mengenai pacaran adalah seimbang (sama dalam iman) [2 Kor 6:14]

Yang harus diperhatikan dalam pacaran:

  •  Saling seiman
  • Mengendalikan diri
  • Saling mengimbangi
  • Berhati-hati
  • Menjaga jarak

,

 

Materi diatas bukanlah materi yang baku, namun tergantung pada kondisi kebutuhan Jemaat, serta lamanya waktu yang disediakan untuk pembelajaran katekisasi. alangkah lebih baiknya lagi, jika katekis mampu dan menguasai pembelajaran ini sesuai dengan tingkat usia para katakumen yang diajarnya. sehingga dapat menjawab apa yang mereka perlukan dalam fase mereka.

tidak ada maksud tertentu dalam memposting tulisan ini. karena ini adalah rangkuman pelajaran katekisasi yang saya dapatkan, saya hanya ingin berbagi setitik kecil rangkuman materi yang tentunya tidaklah sempurna, sesempurna yang disampaikan oleh katakumen.

semoga bermanfaat

“kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba Kebenaran”

 

11 thoughts on “Berbagi Materi Katekisasi Sidi

  1. Trims atas tulisan yg mencerahkan.
    Ada yang perlu diluruskan ni masalah Baptisan. Dulu saya perpandangan sama seperti anda bahwa baptis percik dan baptis selam itu memiliki makna yang sama, tapi benarkah begitu?
    Kita lihat dari asal kata, ‘Baptis’ berasal dari kata ‘Baptiso’, yg artinya diselamkan.
    Sekarang dari makna Rohani Baptisan, pada saat diselamkan, melambangkan orang tersebut ‘mati’ dari semua kehidupan lamanya, dan pada saat naik lagi dari air, menandakan hidup baru dalam Kristus, yakni memberi dirinya dipimpin oleh Roh Kudus.

    Nah, dari arti di atas apakah cukup dilakukan dengan cara percik dengan air?

    coba perhatikan lagi dibawah ini :
    Kata2 yang diucapkan Pendeta saat melakukan Baptisan “Aku membaptiskan engkau dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”
    coba lihat jika kata Baptis kita terjemahkan lurus ke Bahasa Indonesia, maka sebenarnya Pendeta berkata “Aku menyelamkan engkau dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”

    Hayo…gimana? jika cuma percik dengan air, kelihatankan kalo Pendeta sebenarnya berbohong di depan Jemaat, dia berkata “Aku Menyelamkan…..” tapi ternyata cuma memercik orang dengan air dikit.

    Saya mau katakan adalah Baptisan percik adalah cara manusia “menggampangkan” Firman Allah dalam Alkitab! jika ada banyak air, mengapa cuma percik saja, siapkan banyak2 air dan selamkan! itu yang benar. Lakukan Firman Allah dengan benar, jangan memilih cara gampang, karena akan membangkitkan murka Allah.

    Coba baca Alkitab bagaimana murka Allah saat Daud memindahkan Tabut Perjanjian dengan menaikan Tabut tersebut ke dalam kereta yang ditarik hewan? Allah membunuh salah satu anak buah Daud yang mengawal kereta pembawa Tabut Perjanjian saat itu juga.
    Kenapa? karena aturan membawa Tabut Perjanjian sudah Allah tetapkan, bahwa Tabut harus dipikul/ diusung oleh manusia dan harus keturunan dari suku Lewi. Aturan ini dilanggar Daud karena ketidaktahuannya, Daud pikir lebih aman dan gampang jika masukan ke kereta dan ditarik hewan, justru di situ salahnya.

    Nah kembali ke Baptisan, apakah Yesus datang ke sungai Jordan hanya dipercik oleh Yohanes Pembaptis? kalo cuma percik kenapa milih di sungai?

    Selamat merenung kebenaran.

  2. Saya mau bertanya, mohon penjelasan! Di bagian pendahuluan penulis mencatat arti sidi, dan di katakan ada terbagi hal penting pertama pengakuan iman, kedua 10, firman ketiga kesimpulan hukum taurat. Tapi dari uraian pembelajaran katekisasi selanjutnya tidak ada penjelasan tentang 10 firman dan kesimpulan hukum taurat!! Pertanyaan saya tolong jelaskan tentang 10 firman dan kesimpulan hukum taurat! Apakah ini juga menjadi pelajaran dalam katekisasi??? Tolong jelaskan!?

    • Materi ini merupakan materi yang saya dapatkan ketika saya mengikuti katekisasi sidi. adapun latar belakang gereja saya adalah Gereja Kalimantan Evangelis. Jadi materi diatas disesuaikan dengan ajaran Kristen Protestan GKE. itu utk dimaklumi.
      kemudian mengenai pertanyaan saudara, 10 firman, kesimpulan huk taurat, dan pengakuan iman adalah hal yg penting, krn merupakan dasar ajaran Kristen kita (khususnya Protestan). Karena itu sangatlah penting utk dipelajari di katekisasi… Di GKE, ketika kita akan angkat sidi, tiga hal itu wajib dihapal dan akan kita ikrarkan di hadapan pdt. dan jemaat, namun seyogyanya, bukan hanya untuk dihapal melainkan juga dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita…
      Mengenai penjelasan ttg masing-masing dari 3 hal tersebut, mungkin saudara bisa tanya langsung dengan katekis anda…. GBU

  3. Tnx ya Lia ? saya di berkati dg blg u , mo nanya nich ? klo sakramen adalah upacara kusus yg sakral, apakah pernikahan kristen termasuk dlm kategori sakramen ?

  4. Minta maaf sebelumx yaa..saya ingin meluruskan aja tanpa menjustice siapa yg salah n siapa yg benar. saran saya baiklah kita jgn berdebat masalah Baptisan (cara) sementara dgn nyata2 dogma kita berbeda. Okelah kl saudara menganggap bhw Baptisan dgn cata menyelam itu baik atau benar. Ttpi betapa kelirunya kita ketika mengatakan bhw Baptisa dgn cara Dipercik itu tdk benar. Kita hrs ingt bhw pst ada argumen tertentu sehingga masing2 denominasi mempraktekan Akta Baptisan itu dengan “Cara” tertentu. Baptisan dgn cara menyelam atau dgn cara dipercik itu Sah-sah saja dan itu benar. disini yg menjadi perbedaan hny pda caranya saja tetapi semuanya satu yaitu dibaptis Dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. yg menjadi persoalan dari Baptisan ini adalah dengan nama siapa kita dibaptis. Yaa kl Baptisan dgn cara menyelam ataupun dipercik ttpi semuanya sama yaitu dibaptis dlm Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus maka semuanya benar kan.
    Ini adalah argumen dan Bukti yang diajukan dalam rangka menjawab Baptisan dgn cara “dipercik” :
    (1) beberapa upacara untuk pengudusan dalam Perjanjian Lama termasuk pemercikan (Kel 24:6,7; Im 14:7; Bil 19:4,8), dan semua ini digolongkan sebagai ”baptisan” dalam Ibrani 9;10
    (2) pemercikan dengan jelas menggambarkan penyucian yang dilakukan oleh Roh Allah seperti tercatat dalam Yeh 36:25
    (3) baptisan mempunyai arti tambahan (sekunder) sebagai ”membawa ke dalam pengaruh”, dan pemercikan dengan mudah dapat menggambarkan hal itu.
    (4) Cara selam tidak mungkin dapat dilakukan dalam keadaan-keadaan tertentu (Kis 2:41, terlalu banyak orang; 8:38, terlalu sedikit air di padang gurun; 16:33, terlalu sedikit air di dalam rumah).

    Kesimpulannya adalah baiklah kita masing2 melaksanakan Akta Baptisan itu sesuai dgn cara kita masing2. yg penting jgn keluar dri jiwa Baptisan itu yaitu “Dibaptis Dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
    Untuk masalah Murka Tuhan itu biarlah kehendak bebas Tuhan saja yg menentukan semuanya karena blm tentu apa yg menurut anggapan kita benar sama dgn apa yg Tuhan nilai dan sebaliknya…!
    terima kasih…..!
    Lebih dan kurangnya saya mohon maaf.
    Tuhan memberkati….!

  5. saya mau tanya ini tugas sidi . mengapa orang protestan tidak bis mengikuti perjamuan kudus jika belum sidi tetapi kenapa orang karismatik diperbolehkan ? mohon jawabannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s