puisi : rakyat nusaku

RAKYAT NUSAKU

Mendung perlahan elus

Langit cerahku

Pepohonan menggeleng terpukul

Sang bayu asa mendamba

Dan disini aku terpesona

Saksikan nusaku berkunang-kunang

Sangsi sesak sengap

 

7,5 juta pengangguran

Kusut kusam tiada lontongan

Jutaan penduduk miskin

Warnai pesona negeri ku

Sekian lainnya

Pasrah mati dalam lumbung

 

Gedung mewah angkuh meludah

Gubuk-gubuk nan resah

Berharap asa meski secercah

Dibawah uluran slogan kampanye

 

Rakyat telah bosan

Memakan petai hampa

Kerut merut susut

Di atas air…

Berpacu arungi kehidupan

Sabar antre di pentas kehidupan

 

Segala sesuatu terus berjalan

Detak-detik terus bernafsu

Melumat habis setiap dedaunan

Hingga sang dahan pun meranggas

Rakyat hanya mampu

Berdoa…

Berharap…

Semoga esok lebih baik

 

Detak-detik pun meloncat

Tak perduli nusaku apa

Tak peduli nusaku bagaimana

Entah apa maunya?

Lencana apa dikejarnya?

Dan engkau ingin bertanya?

 

Aku tak ingin bertanya

Meski malu bertanya sesat dijalan

Aku tak sudi ketularan

Walau Ku akui

Terlalu  sangat…

One thought on “puisi : rakyat nusaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s