Melawan Badai (dan Sekilas Tentang Pendeta)

Lho, kok “melawan badai”? Memangnya kapan Amsterdam pernah dilanda badai?😆
Ahahaha, daripada mikirin itu mending next aja ke paragraf berikutnya.😛 Mengenai kegundahan hati dan kehakekatan suatu pekerjaan.

Cita-cita adalah harapan dan tujuan hidup. Sekecil apapun cita-cita Anda, itu bisa menjadi sumber semangat dalam hidup. Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit karena jika kau jatuh, masih ada pelangi yang kan menanti.

Terimakasih kepada semua yang telah mendukung cita-citaku dan terimakasih pula kepada yang telah meragukannya. Ambisi dan keraguan yang datang bersamaan memang dapat membuat putus asa. Namun “Now let me try it and you will know the result. Please pray for me and God will create a good plan of my life”

Pendeta, secara pengertian agama, pendeta adalah penyambung lidah Allah maka tidak hanya menyampaikan kebenaran Allah, namun juga memberi contoh yang benar. Bukan sekedar bicara Alkitab, namun juga mesti mempraktekkannya dalam keseharian. Mementingkan kualitas pelayanan yang dapat menjawab kebutuhan iman jemaat sesuai dengan keadaan jaman, bukan sekedar menelaah dan melayani sekedarnya tanpa mampu memenuhi kebutuhan rohani jemaat.

Untuk menjadi pendeta, hal-hal yang perlu di perhatikan :
1. Mengingat bahwa pelayanan bukan sekedar penawaran diri namun ada karena suatu panggilan yang harus diresponi
2. Jangan menjadi pendeta jika Anda dapat merasa puas bekerja di bidang lain
3. Jangan menjadi pendeta jika menganggap pekerjaan ini menguntungkan, baik secara materi atau sosial. Karena jabatan pendeta sangat dihormati oleh masyarakat
4. Tidak ada yang terlalu tua untuk mulai melayani Tuhan
5. Harus mampu mempersiapkan diri agar kebenaran Firman dapat disampaikan dengan menarik dan tidak monoton
6. Mampu menyiapkan suatu sistem pembinaan yang berkesinambungan untuk menjawab seraya memberi kebutuhan iman jemaat

Hal-hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi yang ingin menyerahkan dirinya secara utuh pada Tuhan dalam hal melayani dan menjadi contoh yang benar bagi Jemaat. GBU

4 thoughts on “Melawan Badai (dan Sekilas Tentang Pendeta)

  1. dalam agama kami, ada ayat yang menyebutkan:
    carilah rezki yang halal sebanyak-banyaknya seakan-akan kamu hidup selamanya dan beramalah sebanyak -banyaknya seolah-olah kamu mati besok pagi.
    intinya keseimbangan dalam kehidupan juga perlu dipertanggung jawabkan…..

  2. saya mempertanyakan maksud anda dengan menjadi Pendeta tidak perlu materi?tolong definisikan materi itu?berarti Pdt boleh gak makan, boleh gak punya pakaian, boleh gak punya alat transportasi karena itu benda materi. kalau yang anda maksud gila harta saya setuju tapi kalau anda istilahkan dengan materi, berati harus anda koreksi ulang (maah orang awam)

    • bukan demikian, pak. materi yang saya maksud disini lebih mengacu pada keinginan duniawi yang lebih bersifat membuat kita jauh dari tujuan utama pelayanan kita. misalnya, kita jadi pendeta karena kita memikirkan pasti dapat “salam tempel” terus, nah hal ini dapat menjauhkan kita dari tujuan awal pelayanan kita, yakni tidak lagi untuk memuji nama Tuhan namun untuk memperkaya diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s