Cerita dari Kalimantan Tengah 1 : Liang Saragi

seperti yang pernah saya tulis di sebuah postingan saya yang berjudul Apakah cerita daerahku akan hilang? diantaranya disana tertulis : Di jaman yang modern seperti sekarang, pengglobalisasian terus mewarnai berbagai aspek dunia. Kemajuan yang kadang bertentangan dengan nilai dasar manusia semakin mendesak nilai budaya tradisional. Akibatnya fatal, beberapa budaya peninggalan leluhur pun di tinggalkan karena di anggap kuno.

Cerita rakyat atau lazimnya di kenal sebagai cerita daerah, merupakan salah satu komposisi dalam budaya daerah. Seyogyanya dapat terus di budaya lisankan bahkan tulisankan sebagai warisan dari nenek moyang kita. Naasnya, orang tua jaman sekarang lebih mempercayakan putra-putrinya berkelana ke alam angan dalam cerita bersama Doraemon, Cinderella, Putri Salju, Shinchan, dan cerita lainnya yang tidak memiliki sangkut paut dengan cerita daerah kita. Anak-anak pun tak akan segan untuk mengeluarkan uang demi membeli sebuah buku, majalah, komik, atau novel yang mereka senangi. Akibatnya nyata, hanya beberapa orang yang tau mengenai cerita daerahnya, yang lainnya? Jangan tanya.

oleh karena itulah, maka saya membuat beberapa tulisan yang berisi cerita daerah khususnya dari Kalimantan Tengah yang saya ambil dari berbagai sumber. jika Anda mengetahui cerita lainnya, Anda dapat membantu saya dalam menceritakannya kepada orang lain yang belum tahu dengan cara mengirimkan cerita dalam bentuk lampiran ke email saya: lafriafri@yahoo.co.id atau lafrisyalom@yahoo.co.id. trimakasih. selamat membaca….

****

Cerita ini dimulai ketika Kerajaan Tumpuk Lusun Bumi Manang Menuh sedang sibuk untuk mencari jodoh bagi sang tuan putri. Dari sekian banyak pria yang mengajukan lamaran tak ada satupun yang berkenan di hati Putri Layu Turus Riwut Pasang Angin. Entah apa yang menyentuh hati Putri Layu. Ia malah memilih seorang pria miskin bernama Saragi. Raja pun mengajukan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh Saragi. Ternyata Saragi berhasil memenuhi semua persyaratan tersebut. Bersama ibunya, Saragi di bawa ke istana. Ia dan Putri Layu kemudian melangsungkan upacara pernikahan yang meriah. Beberapa raja dan pangeran dari negeri tetangga di undang untuk menghadirinya.

Saat pesta berlangsung, Kerajaan Tumpuk Lusun Bumi Manang Menuh dijatuhi kutukan. Kutukan ini datang ketika para pemuda pesaing melanggar perintah raja. Mereka mencemooh Saragi yang miskin dan yatim.

Kerajaan Tumpuk Lusun Bumi Manang Menuh yang tadinya megah akhirnya hancur di terjang bencana dan berubah menjadi goa dan lautan air. Saragi selamat namun tidak begitu dengan istrinya. Setelah bencana berakhir, Saragi terus mencari Putri Layu Turus Riwut Pasang Angin. Namun pencarian tidak juga berhasil. Bahkan Saragi tersesat di sebuah goa yang kemudian dikenal dengan nama Liang Saragi.

Pada akhirnya, pasangan ini dipertemukan kembali berkat pertolongan gaib yang dilakukan oleh Suku Dayak. Saragi dan Putri Layu Turus Riwut Pasang Angin kembali bersatu setelah melalui proses reinkarnasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s