Cerita dari Kalimantan Tengah 2 : Asal Mula Akar Tuba

Zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda bernama Kampal. Tiap hari Kampal bekerja membuat sebuah perahu. Pada suatu hari, setelah lelah membuat perahu, ia beristirahat dan makan siang di bawah sebuah pohon besar. Ia makan dengan lauk pekasam babi (daging yang di fermentasikan). Karena daging babi yang dimakannya agak liat, dibuatnyalah sebuah sembilu untuk menyayat daging tersebut. Saat ia makan, ada seekor orang utan betina yang sedang memperhatikannya.

Setelah selesai makan, Kampal melanjutkan pekerjaannya. Ketika ia bekerja, ternyata orang utan yang memperhatikannya tadi turun dari atas pohon dan mengambil sembilu yang digunakan Kampal untuk menyayat daging babi. Orang utan itu menyayat lidahnya dengan sembilu meniru Kampal menyayat daging babi tadi. Orang utan itu pingsan telentang karena kesakitan. Beberapa saat kemudian, Kampal kembali ketempat itu dan menemukan orang utan betina yang mirip manusia itu. Karena mirip manusia, timbullah niat Kampal untuk menyetubuhi orang utan itu.

Ketika merasa tubuhnya tertindih sesuatu, orang itu siuman dan memeluk Kampal yang kemudian di bawanya keatas pohon tapang yang besar. Menjelang malam, pohon tapang itu berubah menjadi sebuah rumah dan si orang utan menjadi seorang manusia perempuan yang cantik. Namun pada pagi hari, pohon tapang itu berubah kembali menjadi pohon biasa.

Kampal tinggal di atas pohon tapang itu hingga orang utan mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Tiap hari, kampal disuruh tinggal diatas pohon menjaga anaknya, hingga suatu saat, Kampal teringat perahu yang belum selesai dan juga keluarganya. Kampal ingin pulang, namun tidak direstui oleh orang utan itu sebelum anaknya tidak menyusu lagi. Hal ini dimaksudkan agar anak tersebut dibawa pulang oleh Kampal. Tetapi Kampal malu karena badan anaknya berbulu panjang seperti orang utan namun wajahnya seperti manusia.

Maka timbullah niat Kampal untuk melarikan diri. Tetapi untuk turun dari pohon Tapang ia tidak mampu, karena pohon ini sangat tinggi dan besar. Dia punya akal, si istri yang orang utan itu dimintanya agar membawa akar tanang (akar yang sangat kuat untuk tali). Sambil menjaga anaknya, Kampal mulai membuat  tali dari akar tanang itu. Suatu hari, saat istrinya pergi mencari makanan dan anaknya sedang tidur, tali itu ia ulurkan ketanah dan turun menggunakan tali itu kemudian lari.

Belum jauh Kampal lari, anaknya terbangun dari tidur dan menangis. Tangisannya terdengar oleh si orang utan dan ia langsung pulang. Didapatinya Kampal sudah tidak ada lagi. Orang utan itu langsung menggendong anaknya dan mengejar Kempal. Hampir saja ia berhasil mengejar Kampal namun Kampal lari kesungai dan bersembunyi di kukup (rongga di tebing sungai tempatnya bersembunyi).

Kemudian orang utan itu mengambil akar tuba dan memasukkannya kedalam air yang menyebabkan ikan-ikan mati. Setelah orang utan dan anaknya pergi, Kampal keluar dari persembunyiannya dan melihat banyak ikan yang menggelepar mati. Ia mengamati dan mempelajari akar yang digunakan oleh orang utan tadi. Kampal pulang kerumah dan menceritakan pengalamannya itu kepada orang kampung.

Dari situlah, Kampal tahu tentang racun pembunuh ikan yakni akar tuba. Kampal mewariskan pengetahuannya itu kepada warga sekampung dan dari peristiwa inilah manusi jaman sekarang mengenal akar tuba untuk menuba ikan.

****

Sumber cerita : Dayak Tamambaloh Apalin, Kampung Banua Tengah, Desa Benua Tengah Hilir, Kab. Kapuas Hulu. Cerita ini di ambil dari majalah Kalimantan Review, No 199/th. XX/April 2012. Rubrik Selingan Budaya, Hal 36-37.

One thought on “Cerita dari Kalimantan Tengah 2 : Asal Mula Akar Tuba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s