Semakin Expired Semakin Enak : Wadi dan Pakasem

judul boleh aneh, tapi rasa makanan ini gak juga terlalu aneh… hahaha, yuk check it out!!!

1. WADI

Wadi yang dikenal sebagai makanan khas Kalimantan adalah makanan berupa daging atau ikan yang di awetkan dengan bumbu tertentu. Pengawetan ini di tujukan agar makanan yang mudah busuk dapat bertahan lama.

Untuk membuat wadi, kita harus menyediakan daging (di Kalimantan umumnya di gunakan daging babi atau babi hutan (wawui)) atau ikan (jangan di campur antara ikan yang bersisik dan yang tidak bersisik, untuk ikan yang bersisik lebih enak menggunakan ikan papuyu atau kakapar). Selain itu, kita juga harus menyediakan bumbunya, dalam bahasa Maanyan disebut Samu’. Samu’ terbuat dari beras ketan yang disangrai sampai berwarna cokelat dan di tumbuk halus.

Samu’ tersebut di campur dengan garam secukupnya. Kemudian campuran itu kita campur dengan daging atau ikan tadi secara merata. Samu’ tadi harus benar-benar merata di daging tadi. Daging yang telah dicampur Samu’ tadi kemudian dimasukkan kedalam stoples atau ember bertutup dan didiamkan di tempat gelap. Hal ini minimal selama 1 minggu, semakin lama di simpan maka semakin empuk daging tersebut. Wadi ini tahan lama, bahkan bisa sampai 6 bulan, tergantung pada keahlian si pembuatnya.

Setelah empuk, maka wadi telah siap dimasak, baik itu hanya digoreng atau dimasak kuah ataupun dimasak pakai santan…..yang jelas marauh tu’u….

2. PAKASEM

Pembuatan Pakasem hampir sama dengan wadi, yang membedakannya adalah Bumbunya. Jika wadi menggunakan beras ketan, maka pakasem hanya menggunakan nasi dan garam. Umumnya di gunakan daging ikan yang kecil saja (seperti ikan saluang, tuku).

Ikan yang telah dibersihkan dan dicuci bersih kemudian di campurkan dengan garam dan  nasi, gunakan nasi yang sudah dingin. Campurkan sampai benar-benar rata, kemudian simpan didalam stoples yang tertutup rapat.

Pakasem lebih cepat masaknya di bandingkan wadi, hanya dalam 3 hari saja, pakasem sudah dapat di masak. Namun untuk tingkat ketahanannya, amatlah kurang jika dibandingkan dengan wadi, yakni paling lama hanya 2 minggu. Untuk memasaknya, bisa digoreng atau dimasak berkuah atau apapun boleh, asal di tambahkan Ajinomoto… hm..mantap dah!!

Pakasem Kuah Santan

Bosan hanya digoreng? Mari coba ini! Sediakan pakasem, bawang merah, serai, santan, ajinomoto secukupnya.

Jika semua bahan telah tersedia, nyalakan api, dan panaskan wajan. Masukkan sedikit minyak goreng, masukkan irisan bawang merah, pakasem, taburkan ajinomoto. Kemudian masukkan santan kedalam wajan tadi, dan aduk. (jika ingin tampak berwarna, masukkan kunyit). Serai tadi juga dimasukkan kedalam wajan, tunggu sambil sesekali di aduk. Jika pakasem tadi sudah hancur, dan santannya sudah jadi agak kental, maka Sudah dapat dihidangkan. Sajikan dengan nasi hangat dan rebusan sayur (Daun singkong, terung, kacang panjang, atau kol). Apalagi jika ditambahkan cabe sebanyak-banyaknya supaya pedas, hm, anda pun  pasti mau…….

One thought on “Semakin Expired Semakin Enak : Wadi dan Pakasem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s