Ketika Kita Harus Gagal

Bicara kegagalan, bicara nasib. Bicara nasib, bicara hidup. Bicara hidup, mengingatkan kita pada kualitas dan kuantitas jati diri kita.

Hidup ini semuanya mengenai “keberadaan diri” dan mencari ”jati diri”. Kejatidirian yang masih misteri adalah suatu hal yang alami dan hakiki bersumber pada kesadaran diri atas dasar komunikasi emosional. Yang mana di harapkan mampu tampak secara empiris dan faktual serta cemerlang dan cerdas dalam segala cara kita menyikapi setiap hal yang terjadi didalam kehidupan kita.

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan normal kita dalam proses pencarian jati diri tersebut. Kegagalan hadir sebagai wadah intropeksi diri dan penilaian akan kemampuan diri. Terlebih lagi kegagalan adalah gambaran kualitas diri yang telah kita capai selama ini.

Ketika kita harus gagal. Kita boleh sedih, boleh marah, dan boleh jatuh, serta boleh membongkar kembali segala hal yang kita anggap gagal. Namun sesudah itu semoga kita memiliki keberanian untuk memulai lagi, untuk bangkit kembali, dengan penuh harapan dan tekad yang baru.

Kita boleh menangis dan menyesali kegagalan, namun segeralah bangkit dan berjuang kembali! Jangan takut gagal!!😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s