A little story about IEC STT 2013 (1) : Bahasa Inggris, IEC STT GKE, dan Cara Belajar Kita

intensive STT GKEA.    ENGLISH LANGUAGE AS A WORLD LANGUAGE

Bahasa Inggris adalah bahasa yang bisa dikatakan sudah sangat mendunia. Di belahan dunia manapun, Bahasa Inggris sudah pasti dikenal. The English language is a world language. Bahasa Inggris menjadi modal bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Dengan mengerti bahasa Inggris, kita menjadi menggunakan berbagai barang elektronik yang mana rata-rata semuanya menggunakan bahasa Inggris dalam penggunaannya. So, English language is  very important in our life.

Meskipun demikian, tidak semua orang dapat berbicara Bahasa Inggris. Khususnya bagi orang Indonesia, Bahasa Inggris mungkin menjadi suatu bahasa yang sangat sulit untuk dipelajari. Mengapa? Alasan utama adalah cara membaca yang berbeda dengan tulisannya, misalnya saja money akan dibaca ‘‘mani”. Namun, tidak sedikit juga orang Indonesia yang mampu menggunakan bahasa Inggris dengan sangat baik. Segala sesuatunya akan mungkin terjadi dengan belajar, you must study hard.

B. INTENSIVE ENGLISH COURSE STT GKE BANJARMASIN TAHUN 2013

Dalam bidang Teologi pun, Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Seorang teolog atau mungkin seorang pendeta harus mengerti dan bisa berbahasa Inggris. Bukanlah hal yang mustahil ketika mungkin saja ia akan mendapati jemaat atau tamu yang hanya bisa berkomunikasi bahasa Inggris saja. Ia harus mengerti bahasa Inggris, karena tidak semua buku sebagai bahan referensi baginya menggunakan bahasa Indonesia, dan sederet alasan lainnya.

Oleh karena itulah tahun ini, kembali STT GKE Banjarmasin mengadakan kegiatan Intensive English Course untuk mahasiswa semester 2 dan 4. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 3 Juli 2013 sampai 3 Agustus 2013. Selama satu bulan inilah, para mahasiswa dilatih agar bisa berbahasa Inggis dengan baik. Tidak main-main, tenaga pengajarnya pun langsung didatangkan dari Inggris. They come from England. The aim of this English Course is “to glorify God by using the gifts he has given us to learn English as well as we can.”

Dua minggu pertama, kami diajar oleh tim dari Above Bar Church, mereka adalah Dan, Becca, Beth, Olivia, Emma, Miriam, Ruth, Daniel, Jo, Michael, Lili, Steven, dan Emily. Kemudian dua minggu terakhir kami diajar oleh ibu Wally dan ibu Erhu. Tak ketinggalan dua orang yang stay terus selama satu bulan ini yakni ibu Biddy dan Kak Toda. Mereka semua bekerja sama untuk mengajar bahasa Inggris kepada sekitar 90 orang mahasiswa.

Satu yang membuat saya merasa bahwa kegiatan ini sangat baik adalah dari segi materi yang diberikan dimana meskipun waktunya relatif singkat namun pengajarannya disusun sedemikian rupa sehingga dapat mencakup aspek bahasa secara keseluruhan, mulai dari reading, writing, listening, dan juga speaking. Karena STT adalah sekolah teologi tentunya tidaklah lepas dari materi teologi, selama satu bulan itu kami belajar tentang Injil Markus, Mark’s Good News. Belajar sekaligus mendramakannya. Selain itu juga dimasukkan pelajaran bahasa Inggris yang umum, seperti greetings, adjective, adverb, dan lainnya.

Intensive ini sangat menarik dan membuahkan berbagai pengalaman yang menarik bagi semua yang mengikutinya, mulai dari berkenalan dengan bule-bule, belajar bersama mereka, sharing, pelajaran tambahan, bermain, bernyanyi, beribadah, bahkan jalan-jalan di  seputaran Banjarmasin. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

C.    BELAJAR DAN MENGAJAR BAHASA INGGRIS SECARA EFEKTIF

Berikut ini beberapa poin yang menurut saya bisa untuk kita pelajari dan kita masukkan kedalam cara kita belajar dan mengajar Bahasa Inggris. Semoga ini bermanfaat untuk guru Bahasa Inggris dan juga siswa/mahasiswa yang belajar bahasa Inggris.

Untuk siswa/mahasiswa :

  1. Katakan pada dirimu sendiri bahwa bahasa Inggris itu mudah. Jangan selalu mengatakan bahwa bahasa inggris adalah pelajaran yang sulit, karena itu seecara otomatis akan membuat kamu malas belajar bahasa Inggris.
  2. Hapalkan kosakata bahasa Inggris sebanyak-banyaknya, sekaligus dengan cara penulisan dan pelafalannya. Ini adalah modal kamu untuk belajar bahasa Inggris.
  3. Perbanyak membaca buku atau artikel yang berbahasa Inggris.
  4. Dengarkan lagu-lagu yang berbahasa Inggris, cari lirik serta artinya, kemudian nyanyikan. Ini adalah salah satu cara yang mendukung.
  5. Jangan takut untuk berbicara dalam bahasa Inggris, kalau perlu langsung saja dengan orang asing. Jika kamu takut dan tidak yakin, cobalah dengan teman, keluarga, atau guru/dosen bahasa Inggrismu.
  6. Giatlah belajar.

Untuk guru :

Secara formal saya sudah belajar bahasa Inggris selama 8 tahun dan informal selama 1 tahun, artinya saya sudah belajar bahasa Inggris selama 9 tahun. Satu hal yang saya sadari adalah ternyata 80%  dari waktu saya hanyalah untuk belajar reading, writing, dan listening, sedangkan untuk speaking hanya sekitar 20%. Saya tidak terbiasa untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Mungkin writing saya sempurna, reading saya lumayan, dan listening saya bagus, namun ternyata ketika speaking ternyata jeblok. Selama satu bulan ini, saya sangat menyadari bahwa  speaking saya sangat kurang. Saya punya kosakata yang banyak, saya mengerti sebagian dari tenses, saya bisa menyusun kalimat dengan benar, dan nilai bahasa Inggris saya di KHS semester 1 dan 2 sama-sama A. Memang luarbiasa, namun bukan jaminan bahwa saya bisa berbicara dengan lancar dengan para pengajar saya. Bahkan untuk beberapa hari pertama, sebelum saya berbicara saya harus menuliskannya dahulu di kertas dan kemudian membacanya. Membaca dan bukan berbicara langsung. Ok, mungkin ini hanya sekedar masukan saja.

  1. Buatlah suasana yang menyenangkan agar siswa senang belajar bahasa Inggris. Menyenangkan dari segi cara Anda mengajar serta juga dari diri anda sendiri. Tidak ada siswa yang senang belajar dalam suasana yang tidak menyenangkan dan membosankan. Serta tidak ada juga siswa yang senang belajar dengan seorang guru yang tidak menyenangkan, pemarah, dan terlalu menuntut. Sebagian besar dari anak-anak menggolongkan bahasa inggris sebagai salah satu pelajaran yang sulit selain matematika dan IPA, oleh karena itu perlu cara yang tepat untuk membuat mereka menyenanginya.
  2. Ajak mereka bukan  hanya membaca, mendengar, dan menulis, namun juga berbicara. Ada banyak hal yang dapat anda lakukan agar mereka mau berbicara, salah satunya buatlah pertunjukkan drama sederhana, debat, bercerita tentang kesukaan mereka, atau berpuisi, dan sebagainya. Semuanya itu terletak dari kreatifitas Anda sebagai seorang pengajar.

Akhirnya, selamat belajar berbahasa Inggris….😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s