When GoBlok Go GoBlog

(Postingan ini hanya sekedar permainan kata, kok,  alias ngawur…..)

Guys, pertama dengar kata goblog, terlintas di pikiran tentang goblok yang sebenarnya. Makumlah, awalnya aku kan masih rada-rada goblok gimana gitu. Dalam pencarian jati diri, seringkali nabrak tembok. Melihat kelebihan orang lain, semangat jadi jeblok. Mencoba meniru orang lain, berujung pada rasa kapok. Tapi mencoba jadi diri sendiri, waduh, kok semakin terpojok. Tapi meski goblok, aku gak goblokgoblok amat kok, aku gak sampai ngambil golok buat gorok tenggorokan sendirlafriofkaltengi. Gkgkgk…. yah, benar-benar merasa seperti seonggok onggokan yang gak terlalu berguna gitu.

Waktu itu goblog lagi booming, tapi karena goblok, ikutan goblognya jadi telat. Orang-orang sudah pada bosan goblog, aku baru asik goblog. Eits, itu bukan cuma karena akunya yang goblok, tapi karena boomingnya ikutan goblok, cuma seumur jagung! But, no problem, it’s OK.

Aku suka nulis, dengan menjadi goblog, aku gak jadi orang yang goblok yang memendam gondokan inspirasinya tanpa punya celah eksresi. Sejak jadi goblog, otak didalam batok kepala ini jadi sering sekali digosok tiap hari, untung gak sampai botak, hehehe… aku yang gak mau jadi orang goblok lagi, berusaha untuk belajar goblog. And I can’t believe this fact : I found my world in here.

Puji Tuhan, goblog ada gunanya juga, kini aku jadi gak goblokgoblok amat kok.  Guna goblog pun kurasakan sejak awal hingga kini. Kalo disuruh nulis, otak ini lumayan cepat koneknya. Di suruh dosen bikin makalah yang rumit atau menjawab pertanyaan yang membutuhkan khayalan tingkat tinggi, otakku bisa loading walau kadang seret juga. Tapi lumayan lebih baguslah kualitasnya, gak kaya masih goblok dulu.

For the first time, my knowledge about computer and blog is very badly. But, I try to learnt more. Now, I know a lot about computer and blog. Memang goblog versiku lebih fokus kepada tulisan dari pada SEO dan tampilan, that because  I want to improve my writing skills. Tapi, it’s me, selama ini gak ada yang protes, itu tandanya aku sudah goblog dengan tidak goblok lagi. Tapi aku gak goblok kok, aku tetap memperhatikan dua urusan tersebut, walaupun suma sekilas dan apa adanya.

Meski kini aku gak segoblog dulu, aku disini masih tetap goblog, karena aku masih belum merasa bosan untuk goblog. Walaupun pada kenyataannya, disini aku tekun untuk goblog sendiri meski tanpa ada teman yang sama-sama goblog dan aku berjalan sendiri tanpa ada yang memotivasi untuk terus goblog.  Entah hal itu karena kelewat percaya diri atau karena masih goblok, aku terus menghibur diri dan menambah jumlah tulisan di blog. Tak tahu sampai kapan, mungkin saja sampai aku disadarkan oleh pemikiran mayoritas orang goblok bahwa goblog dan nulis itu adalah aktivitas goblok. Namun sebagai seonggok onggokan yang dulu tertunduk namun kini berani mendongak keatas, aku harap aku tetap pada diriku sendiri, pada minatku, dan pada apa yang kuyakini dapat kulakukan, meskipun seringkali harus terhalang oleh tembok-tembok kegoblokan.

“I always try to be a good blogger and a good writer too, because I think with my hobby, I can to tell the world about who am I and what can I do for all of people around me in this world. I just life like “shui”, without doubt, afraid, and big ambitions. Just focus to everythings which  can I  do“

2 thoughts on “When GoBlok Go GoBlog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s