Puisi : Rumput dan Air di Seberang Sana

Membaca puisi A.Atmowiloto, salah satu dari antologinya yg kalau tidak salah berjudul mangga di depan gereja.Aku jadi terinspirasi utk mengkontekstualisasikan ayat2 Alkitab ke dalam puisi.Ini ygku coba dari Luk 15:1-7.sebenarny ada tiga lagi yg berhasil kubuat, tapi ini dululah. check it out saja…

Bagaimana aku tak ingin lari
Jika yang kudapati setiap hari
Hanyalah rumput kering tak bergizi

Bagaimana aku tak ingin pergi
Jika yang kudapati setiap masa
Air keruh tak keruan rasa

Di seberang sana
Rumputnya hijau nan segar
Airnya pun jernih nan menggoda
Tak bisakah kita menyeberang?
Atau mencari tempat yang baru?

Tongkatmu memukulku
Bukan untuk menghiburku
Namun sebagai jawabanmu
Penanda penolakan untuk keinginanku

Takut aku pergi
Kau berikan aku janji
Di satu hari nanti
Segalanya akan kunikmati
Sementara kau mencari
Aku harus berjanji
‘tuk tidak lari

Sangat menyedihkahkan
Punya gembala penuh janji
Sementara aku menanti bukti
Yang tak kunjung terpenuhi
Rumput dan air di seberang sana
Kian menggugah selera

One thought on “Puisi : Rumput dan Air di Seberang Sana

  1. Ping-balik: Puisi : Aku Rindu Pulang | Lia Af anak AMPAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s