9 April Bukan Arena Adu Ayam

Sore yang mendung dengan setumpuk bahan dan tugas kuliah. Ditemani secangkir kopi seraya mendengarkan “Surat Buat Wakil Rakyat”. Tugas makalah belum setengah jadi, tapi jemari gatal ingin keluarkan suara hati.

Untukmu yang minta dipilih 9 April nanti,

Semoga kalian sudah pandai berbenah diri.

Untukmu yang mohon dipilih 9 April nanti,

Semoga kalian sudah lulus intropeksi diri.

Untukmu yang ingin dipilih 9 April nanti,

Semoga kalian sudah pintar bertanggung jawab.

Untukmu yang mengiba untuk dipilih 9 April nanti,

Semoga kalian sudah cerdas secara spiritualitas.

 

Sebelum 9 April kalian obral janji

Sesudah 9 April kalian ingkar janji

Sebelum 9 April kalian umbar bukti

Sesudah 9 April kalian lupakan bukti

 

Ah, sadarlah …

Kalian dulu sama seperti kami

Sama-sama mengais tanah

Mencari nasi dan rejeki

Ah, jangan lupa …

Kalian duduk di sana

Bukan karena kalian hebat

Tapi karena kami yang memilih

Ah, insyaflah …

Kedudukan yang kau raih

Hanyalah sementara

Dan tak layak kau bawa mati

 

9 April nanti

Kami sadar:

Apa yang telah terjadi,

Karena kami belajar dari pengalaman

Apa yang sedang terjadi

Karena kami belajar dari keadaan

Apa yang akan terjadi

Karena kami belajar dari kenyataan

9 April nanti

Kami sadar:

Kami harus memilih

Yang buruk dari yang terburuk

Kami harus memilih

Meskipun kami enggan

 

Yang mau dipilih 9 April nanti?

Dimana kamu?

Siapa kamu?

Tunjukkan dirimu yang sebenarnya!

Jangan hanya  beradu.

Adu berspanduk besar,

Adu berslogan manis,

Adu berbaju agamawis.

Sadarlah, 9 April nanti bukan arena adu ayam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s