Opini : Pendeta itu ….

berbicara pernikahan, mepriestskipun ia belum berkeluarga

berbicara keluarga harmonis, meskipun ia tidak mengalaminya

berbicara masalah anak, meskipun ia sendiri belum memilikinya

berbicara kematian, meskipun ia tidak pernah mengalaminya

berbicara sukacita, meskipun ia tengah dalam kesedihan

berbicara cara mengatasi stres, meskipun ia sendiri tengah mengalaminya

menghibur orang yang tengah berduka

menguatkan orang yang lemah

mendoakan yang tengah sakit

mengarahkan yang bermasalah

menegur yang salah

mengajarkan kebenaran

Ia tampak kuat menghadapi cobaan

tampak sabar menghadapi jemaatnya

Ia tampak ikhlas menjalani tugasnya

tampak bersukacita dalam melayani

semuanya itu, membuat …

Ia tampak tua dari pada umurnya

tampak dewasa dari pada usianya

Ya, pendeta itu…..

mereka berusaha tampak kuat

mereka berusaha tampak tabah

meskipun raga mereka lemah

dan jiwa mereka hampir menyerah

tapi tuaian masih banyak

semoga jemaat bisa menjadi pekerjaNya juga

 

 

 

2 thoughts on “Opini : Pendeta itu ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s