Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru

Museum ini terletak di Jl. Ahmad Yani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Letaknya yang dipinggir jalan memudahkan kita ketika mencari bangunan museum tersebut. Untuk diketahui pada awalnya, museum Lambung Mangkurat adalah museum yang bernama Museum Borneo yang didirikan oleh Belanda. Museum ini sangat besar dan luas dengan banyak sekali jumlah koleksinya.

Ketika kita masuk ke dalam ruangan, kita akan disambut dengan beberapa gambar atau foto mengenai keadaan Kalimantan Selatan pada masa dulu. Setelah itu, masuk lebih ke dalam lagi kita akan menemukan berbagai hal yang sangat menarik, seperti macam-macam bentuk rumah Banjar, pakaian tradisional Banjar, senjata, alat menangkap ikan, alat-alat musik, peralatan bertani, perlengkapan balian, dan lain sebagainya. Yang sangat menarik bagi saya adalah ketika saya melihat sebuah tabel yang berisikan daftar harga kepala para pejuang Kalimantan Selatan. Menarik karena ini menunjukkan bahwa pejuang-pejuang Banjar tersebut bagaikan semacam ancaman besar bagi pemerintahan kolonial pada saat itu. Di museum ini juga kita bisa melihat fosil asli dari seekor ikan paus. Yah, pokoknya, ada banyak hal yang luar biasa menarik dan juga penting untuk kita ketahui dari berbagai macam koleksi yang ada di museum ini.

Sayangnya, kemarin kami tidak sempat menjelajahi dan melihat seluruh koleksi dari Museum Lambung Mangkurat ini, terutama yang berada di dalam bangunan-bangunan yang mengelilingi bangunan induk museum ini. Hal ini dikarenakan kami mengunjungi museum ini di hari Jumat, dikarenakan umat Muslim harus melakukan sholat Jumat, maka secara otomatis, jam berkunjung hanya sampai jam 11 siang saja. Sangat disayangkan sebenarnya karena kami sebenarnya belum puas untuk menikmati.

Satu hal yang juga sangat penting untuk diberikan perhatian adalah mengenai keterangan dari setiap benda yang ada di dalam museum, terutama dari segi terjemahan Bahasa Inggrisnya. Akan lebih baik jika dijelaskan secara lebih mendetail, baik itu bahasa Indonesianya maupun bahasa Inggrisnya. Ya, sekali lagi terutama bahasa Inggrisnya. Hal ini sangat penting mengingat bahwa museum Lambung Mangkurat adalah sebuah museum yang sangat besar dan memiliki banyak koleksi penting dan menarik di dalamnya. Tanpa keterangan yang lebih rinci dalam Bahasa Inggrisnya, maka itu akan sangat menyulitkan turis mancanegara yang mengunjunginya. Serta jika memungkinkan juga, sebaiknya setiap barang diberikan deskripsi atau artinya masing-masing dalam Bahasa Inggris.

Secara keseluruhan, isi dari Museum Lambung Mangkurat sangat menarik, karena disana kita seakan-akan dibawa untuk menjelajah Kalimantan Selatan bersama dengan segala macam budaya, adat, dan keunikannya. Hanya saja, beberapa poin yang telah saya sebutkan, sebaiknya bisa dibenahi, sehingga minat pengunjung untuk mengunjungi Museum Lambung Mangkurat ini tidak berkurang.

10649862_846893541989489_9183070216141995957_n

Mendengarkan penjelasan dari Prof. Dr. Andreas Heuser tentang Intercultural collages

Prof. Dr. Andreas Heuser, Pdt. Idrus Sasirais, Mindha dan saya menyempatkan berfoto sebelum masuk ke museum

Prof. Dr. Andreas Heuser, Pdt. Idrus Sasirais, Mindha dan saya menyempatkan berfoto sebelum masuk ke museum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s