Puisi : Aku Rindu Pulang

Puisi ini sebenarnya adalah salah satu mindset atau perspektif dalam melihat Lukas 15:1-7. Nast ini sendiri menceritakan tentang perumpamaan domba yang hilang. Sebelumnya saya sudah pernah memposting puisi yang serupa dengan ini, yakni Rumput dan Air di Seberang Sana. Sama seperti sebelumnya, puisi ini juga ditulis dari sudut pandang si domba yang hilang tersebut.

Aku Rindu Pulang

Pulang…

Pulang…

Aku rindu pulang

Ke kandang amanku

Bersama kumpulanku

Ke pelukan hangat

Bersama gembalaku

 

Dunia di luar kandangku

Yang dulu tampak indah

Tak pernah kuduga

Ternyata teramat ganas

 

Aku harus pulang

Sebelum aku tinggal tulang

Dikuliti oleh keserakahan

Dilumat habis oleh kerakusan

 

Aku rindu pulang

Tapi aku tak tahu jalan

Sementara si buas di belakang sana

Mengintai seraya menyeringai

Siaga menerkamku di setiap saat

 

Setiap detik terasa lambat

Bernafas pun kian berat

Dengan beban yang kian menekan.

Apakah aku masih bisa bertahan?

Dengan bayang kematian yang terus menghampiri

Apakah aku masih hidup besok hari?

Tak adakah yang mencariku?

Aku ingin pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s