Ibrani 13:9-25 : SKS !!!

Seorang misionaris baru saja me1nyelesaikan tugas pelayanannya di sebuah daerah di pedalaman suatu negara. Di sana ia melayani suku-suku yang tertinggal dan tidak mengenal Kristus selama bertahun-tahun. Setelah usianya cukup tua, ia kembali ke negaranya. Ia kemudian naik sebuah pesawat terbang. Di pesawat terbang tersebut, ternyata ada satu tim sepak bola.

Tampaknya mereka baru saja memenangkan suatu pertandingan. Singkat kata, akhirnya sampailah mereka ditujuan dan pesawat pun mendarat. Ketika keluar dari pesawat, si misionaris melihat ada penyambutan yang luarbiasa untuk tim sepakbola itu. Mereka dielu-elukan, diberikan bunga dan berbagai macam hadiah, serta berbagai penyambutan yang meriah dan luarbiasa. Kemudian si misionaris mengeluh kepada Tuhan, “Tuhan, aku telah berjuang di suatu pertandingan. Aku telah menang dan membawa banyak jiwa kepada-Mu. Tapi kenapa tidak ada yang menyambut aku dengan meriah dan memperlakukanku seperti para atlet itu?”. Tuhan menjawab, “Sabar, Anak-Ku. Rumahmu bukan didunia ini, kamu hanya menumpang disini. Kelak ketika kau telah benar-benar pulang, Aku akan memberikan penyambutan yang meriah untukmu, lebih meriah dari penyambutan ini!”

Dalam akhir suratnya ini, dalam ayat 14, Penulis Ibrani berkata kepada kita, “Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, kita mencari kota yang akan datang”. Kesementaraan atau kefanaan hidup kita menandakan bahwa dunia ini pun sebenarnya bukan tempat tinggal kita yang tetap. Kita hanya menumpang tinggal ditempat ini, karena ada tempat tinggal yang abadi nanti untuk kita. Ini menyadarkan kita, seperti misionaris tadi bahwa rumah kita bukan di dunia ini, tetapi disuatu tempat bersama Tuhan. Kita tinggal di dalam dunia yang bukan rumah kita ini seraya mencari kota kita yang akan datang.Tetapi bukan berarti karena kehidupan kita sementara di dunia ini, lalu kita boleh hidup dengan sesuka hati kita.

Hidup yang bagaimanakah yang harus kita jalani selaku orang Kristen yang tengah mencari “kota yang akan datang” itu? Berdasarkan nast kita hari ini, Ibrani 13:9-25, saya rangkum menjadi SKS :

Selalu waspada terhadap ajaran-ajaran tidak benar yang lebih mengutamakan perbuatan dari pada iman. Serangkaian ritual dan aturan dalam hidup beragama yang tampaknya rohani, tetapi ternyata menjerumuskan kita kepada upaya untuk mengandalkan diri sendiri dalam mencari keselamatan.

Keselamatan tidak bergantung pada perbuatan-perbuatan kita, tetapi karena iman percaya kita kepada Yesus Kristus.Sebagai orang Kristen kita sudah punya jaminan untuk tempat di kota yang akan datang itu. Kita memiliki Kristus yang menjadi perantara antara kita dan Bapa. Pengorbanan-Nya melayakkan kita untuk memiliki tempat tinggal di sorga kelak. Kristus dikurbankan di luar pintu gerbang, sebagaimana kurban persembahan secara hukum Taurat yang harus dibakar di luar perkemahan. Namun seperti dalam Ibrani pasal 10, Kita harus ingat bahwa pengurbanan Kristus adalah persembahan kurban kepada Allah yang sempurna, memberi penghapusan dosa dan mengaruniakan keselamatan kepada yang percaya kepada-Nya.

Senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah. bukan korban syukur berupa binatang-binatang atau korban bakaran dll, karena semua itu tidak lagi dibutuhkan oleh sudah ada pengorbanan Kristus yang mengatasi semuanya. Korban syukur yang harus senantiasa dilakukan oleh jemaat Tuhan adalah senantiasa memuji Tuhan dengan puji-pujian dan berbuat baik kepada sesama. Bukan supaya beroleh selamat, tetapi sebagai ucapan syukur atas keselamatan dari Tuhan. Saling menguatkan satu sama lainnya. Saling mendoakan sebagai sesama orang beriman. Menaati para pemimpin, termasuk juga para pemimpin rohani.

Bapak/ibu/saudara/i, kita memang hidup di dunia ini, tetapi kita harus berorientasi ke depan. Melihat bahwa kita akan tinggal disuatu tempat bersama Yesus Kristus kelak, maka yang terpenting adalah jangan sampai berbagai macam ajaran atau godaan dunia menjauhkan kita dari Kristus dan menggoyahkan iman kita kepada-Nya. Sebaliknya, mari kita saling menguatkan satu sama lainnya seraya terus menaikkan ucapan syukur kepada Allah, baik lewat kata maupun perbuatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s