Refleksi 70 Tahun Indonesia

Selamat dini hari, Indonesia! Aku bersyukur kepada Tuhan atas negara yang kutinggali. Dimana aku lahir, hidup dan mati. Sebuah negara yang kaya. Kekayaan yang bukan hanya tercatat di buku teori,

tetapi nyata tertata secara luarbiasa! Aku bersyukur atas air. Dimana aku minum, mandi dan mencuci. Aku bersyukur atas tanah. Dimana aku berpijak, melangkah dan dikubur. Aku bersyukur atas flora dan fauna. Yangmana aku konsumsi, kagumi dan kelola.
Aku bersyukur kepada Tuhan atas negara yang kudiami. Dimana aku tertawa dan bersedih dalam perjuangan hidup. Sebuah negara yang hidup dalam falsafah pancasila. Falsafah yang bukan hanya omong kosong belaka, tetapi cerminan diri secara nyata! Aku bersyukur atas beragam agama. Dimana aku belajar menghargai kepercayaan orang lain. Aku bersyukur atas beragam suku. Picture1Dimana aku belajar mencintai orang lain. Aku bersyukur atas beragam budaya. Dimana aku belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. Aku bersyukur atas beragam bahasa. Dimana aku belajar mengerti orang lain.
Aku bersyukur kepada Tuhan atas negara yang kucintai. Dimana aku bernafas, bekerja dan melanjutkan hidup. Sebuah negara yang memiliki berjuta sejarah. Sejarah yang bukan hanya hapalan, tetapi hidup dalam hidup masyarakatnya!Aku bersyukur atas pahlawan. Yangmana berjuang demi Indonesia.Aku bersyukur atas tempat bersejarah. Yangmana mengukir abadi cerita Indonesia. Aku bersyukur atas pemimpin negara. Yangmana terus berupaya memimpin Indonesia.
Jika manusia berumur 70 tahun, ia masuk dalam golongan manusia lanjut usia. Ia dianggap telah banyak pengalaman. Ini anggapan klasik! Seringkali usia yang tua tidak menjamin bahwa seseorang dewasa dan banyak pengalaman. Indonesia yang kubanggakan, usiamu sudah 70 tahun. Bagi orang lain, mungkin ini usia yang tua. Tetapi bagiku ini adalah usia yang muda.Ya, Indonesiaku, engkau masih muda! Tetapi dalam usia mudamu ini, semoga semangat mudamu juga membara. Bangkitlah, Indonesia! Lawan kebodohan yang tetap menggerogoti. Lawan kemiskinan yang tetap terjadi. Perbaiki kesehatan yang masih minim. Perbaiki moral yang bobrok. Berantas korupsi yang makin menjadi. Berantas kriminalitas yang semakin kejam. Hancurkan neraca hukum yang berat sebelah. Tegakkan keadilan yang dilecehkan. Tegakkan hak asasi yang diinjak-injak. Hentikan perusakan alam. Hentikan pemburuan binatang. Hentikan pengekangan kebebasan beragama. Redam konflik antar suku. Turunkan harga barang yang semakin naik. Bangkitlah, Indonesia!
Tak ada yang bisa kuberi di hari ulang tahunmu ini, Indonesia. Aku hanya bisa menaikkan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Mendengar, yakni Tuhan yang sama yang juga telah menitipkan aku di negara ini.
“Tuhan, lihat bangsa kami diterjang gelombang ribut. Tolonglah kami mengatasi kemelut dan kehancuran. Tuhan, ajarlah kami supaya arif bijaksana serta senantiasa membukakan diri. Bersemangat kasih, saling menjalin pengertian, kami membina dan membangun bangsa ini.”(PKJ 176).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s