Post 182 Gak Pake Judul

Guys, ini cuman curcol, jadi abaikan saja kalau ga tertarik buat bacanya. Jujur saja, tujuan tulisan ini cuman sekedar buat nongol ke permukaan. Sekaligus juga buat nunjukin batang hidung manusia yang go-blog dari blog yang ngawur ini. Jadi, kaga bakalan ada muatan nilai edukasi, teologis, kultural, bahkan juga politis didalamnya. Yang ada cuman muatan kegilaan dan kegalauan yang beratnya melebihi berat seekor gajah (berat gajah berapa, ya?). So, sekali lagi, abaikan saja tulisan ini, kecuali kalau anda kepo, pengen tau, it’s ok lah. Lagi pula mungkin ada gunanya juga, khususnya buat yang sama gilanya dengan aku dalam status sebagai mahasiswa semester akhir. Ingat lo, status mahasiswa akhir, bukan status jomblo… nih, aku kasih tebal buat tulisan yang kira-kira memiliki imbas positif alias berguna.

Guys, jangan protes kalo bahasanya sama sekali gak baik dan benar. Ini sekedar pengen ngelepas lelah dan penat dimana selama ini harus menulis secara baik dan benar. Ya, jelaslah buat tugas akhir alias si sekeripsi. Aku benar-benar harus menjadi seorang penulis profesional yang memiliki wawasan tata bahasa yang muantappp, baik dari segi kata, penyusunan kalimat, pemenggalan paragraf, peletakkan titik koma. Mikirin bagian ini saja sebenarnya, sudah lumayan bikin keder. Tapi apa boleh buatlah, ini semacam sesajen yang perlu dihantarkan bersamaan dengan topik yang ditulis buat si sekeripsi tuh.. Oh, ya, sengaja ku panggil si sekeripsi, biar kedengarannya lebih enak dan agak bersahabat kalo dibandingin sama “skripsi”.

Next, satu-satunya yang membuat hati rasa semangat buat garap si sekeripsi ini gak lain adalah pemilihan topik yang tepat dengan minat. Pada awal mengajukan judul, memang aku kumpul topik yang sebenarnya sama sekali gak kuminati. Sebenarnya hampir satu minggu diberikan waktu buat mikir topik buat si sekeripsi, tapi kayanya otakku lemot buat konek dalam imajinasi topik apa yang bakalan ditulis. Pada hari H, satu jam sebelum pengumpulan, kukumpullah topik yang sama sekali bweeehhh, gak kuminati. Dalam perjuangan untuk mencintai (cieee…) topik asal comot itu, akhirnya ku ambil kesimpulan, kalo memang gak bisa dipaksa. Singkat cerita, aku ganti saaja tu topik, sama sebuah topik yang triple double super wow,. So, guys, mudah saja, pilihlah topik yang benar-benar anda sukai, minati, bahkan juga yang anda kuasai.

Hasilnya, daya loading ni otak jadi lebih cepat. Dan sampai sekarang, aku tergila-gila dan menggilai apa yang aku tulis. Meski kadang yang kutulis juga membuat aku gila, galau dan tidak mengerti. Kadang-kadang malah jadi sama sekali gak ngerti sama apa yang kutulis, kacau, suram, buram. Bahkan terkadang kalo mumetnya sudah ngejelimet, aku jadi gak ngerti sama sekali dengan apa yang sudah kutulis. Untunglah aku punya dosen pembimbing yang hebat. Ngerti cara membimbing domba yang kadang ngawur sejenis aku ini. Terkadang datang dengan sukacita dan menyerahkan tulisan dengan semangat. Terkadang malah ngumpet gara-gara tu tulisan gak bisa kelar-kelar. Terkadang datang dengan kekacauan yang amat sangat dan list keluhan yang gak ada ujungnya. Disinilah dosen pembimbing itu memainkan peranan yang sangat penting, yakni ngasih masukan, bimbingan, bahkan motivasi buat mahasiswa yang “tersesat” dalam jalan yang dibuatnya sendiri.

Guys, ini curcol. Benar-benar ngocol seenak perutku. Kalo gak ngerti abaikan saja ni tulisan, terima kasih udah mau baca. Perjuangan buat si sekeripsi tersayang masih ada sekitar dua bulan lebih, yakni sampai bulan April ini. Entah bakalan kelar tepat waktu atau kaga ni sekeripsi, aku ga tau. Hanya satu yang ku tau, aku tengah menikmatinya. Satu-satunya motivasiku, inilah saatnya tuk bukti’in kepada diriku sendiri bahwa aku adalah seorang penulis yang mampu menulis. Sedikit mudah rasanya untuk menulis, karena selama lima tahun blog ini telah mengajarkan aku cara untuk menulis. Namun sangat sulit rasanya untuk melakukan penelitian, walau hanya dalam tataran studi pustaka (plus wawancara dalam keadaan yang super genting). But, inilah sensasi yang harus dilalui.

Guys, menutup curcol ga jelas ini, aku cuma ingin bilang sesuatu dalam basa inggris. Berhubung aku lagi little-little gendeng, semoga anda mengerti prinsip ini yang ditulis seraya gepak tenses, structure, grammar, vocabulary, dlsb…. Abaikanlah atau maafkan saja…

tri combinasion fur yuh happ skrips “writ, laik n knaw” : knaw yuh laik, laik yuh knaw, writ yuh knaw, knaw yuh writ, writ yuh laik en laik yuh writ, ,….. ten enjoy yuh laif hepily!!!

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s