Dunia yang Berbudaya

Budaya adalah suatu hal yang pasti dimiliki oleh setiap negara di dunia. Setiap negara pasti memiliki banyak budaya, tergantung dari berapa jumlah etnik yang ada di negara tersebut. Bahkan cakupan budaya sebenarnya lebih luas lagi, bukan hanya tentang adat, gaya berpakaian, bahasa, dan lain-lain, tetapi budaya juga termasuk gaya hidup dan pemikiran masing-masing orang. Oleh karena itu, jika berbicara tentang budaya, harus disadari bahwa cakupannya sangatlah luas.

Terlepas dari banyaknya budaya dan luasnya cakupan, ada kesadaran bahwa budaya adalah sesuatu yang sangat penting. Budaya adalah cerminan jati diri dan ciri khas dari suatu bangsa, suku, atau orang-orang. Budaya adalah harta yang sangat berharga. Oleh karena itu sangatlah penting untuk  menjaga dan melestarikan budaya sehingga ciri khas tersebut tidak menjadi hilang.

Saat ini, kemajuan zaman membuat banyak budaya asli menjadi terkikis. Budaya yang dimaksud disini adalah budaya tradisional. Sekarang ini, hanya sedikit anak-anak yang memainkan permainan tradisional. Banyak anak-anak yang asik dengan game yang ada di smartphone atau laptopnya. Banyak anak-anak yang tidak bisa berbicara dalam bahasa daerahnya, baik karena ia tidak dibiasakan oleh orang tuanya ataupun karena dia sendiri merasa malu ketika berbicara dalam bahasa daerah. Mungkin rasanya tidak gaul, jika di zaman sekarang masih berbicara menggunakan bahasa daerah. Banyak anak-anak lebih pandai menyanyi lagu-lagu pop yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi ternama baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tetapi tidak bisa menyanyi lagu daerah. Jika hal yang seperti ini terus terjadi, ditakutkan pada akhirnya generasi muda tidak lagi menjadi generasi yang memiliki budaya tradisional. Budaya tradisional pada akhirnya hanyalah suatu dongeng dalam sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang. Ini artinya suatu kehancuran.

Gagasan tentang dunia yang berbudaya adalah gagasan untuk menjadikan dunia sebagai dunia yang berbudaya. Artinya, menjadikan dunia sebagai dunia yang menjaga dan melestarikan budaya. Hal ini bisa dimulai dari ruang lingkup yang kecil terlebih dahulu, yakni menjaga budaya masing-masing supaya tidak mencapai kepunahan. Mungkin bisa dimulai dari ruang lingkup keluarga terlebih dahulu, misalnya menggunakan bahasa suku (bahasa daerah) masing-masing di rumah, orang tua bercerita kepada anaknya tentang cerita daerah (cerita rakyat) jaman dulu, dan lain-lain. Dalam ruang lingkup yang lebih besar, yakni di sekolah, mungkin harus ada suatu mata pelajaran yang khusus mempelajari tentang pelestarian budaya. Misalnya membuat berbagai macam kerajinan tradisional, bermain mainan tradisional, dan lain-lain. Semuanya ini dilakukan dengan tujuan supaya budaya-budaya asli tidak menjadi hilang. Di ruang lingkup masyarakat, diadakan acara-acara yang berhubungan dengan kebudayaan tradisional, misalnya pertunjukkan tari daerah atau konser lagu daerah.

Dalam rangka menjadikan dunia yang berbudaya tentunya tidak mudah. Semua orang yang merasa berbudaya harus bekerja sama untuk mewujudkannya. Ketika dunia yang berbudaya bisa terwujud, maka harapan kita akan dunia-dunia yang lain pun akan ikut terwujud. Dunia yang harmonis bisa terwujud karena dunia yang berbudaya mengharmonisasinya. Dunia yang damai bisa terwujud karena gaya hidup bersama dari budaya mewujudkannya. Dunia yang maju pun bisa terwujud karena setiap budaya akan saling melengkapi dan memajukan dunia. Gagasan dunia yang berbudaya adalah harapan mendasar bagi harapan-harapan yang lain. Bersama kita mewujudkannya menuju dunia yang harmonis, selaras, dan damai melalui budaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s