Nobody is Perpect

CaptureWalau sudah lama tidak muncul ke permukaan, jangan harap postingan ini menyajikan informasi bermanfaat. Ini hanya tulisan ngalor ngidul, karena saya tidak punya inspirasi mengenai apa yang sebaiknya dibagikan kepada Anda. #narator: dan pembaca pun kagum serta berkata, “waw, ini benar-benar admin yang jujur!”. saya: (nyengir selebar-lebarnya). Oleh sebab itu, maafkanlah….

Tiap kali ngisi formulir, saya selalu bingung untuk menjawab isian yang nanya tentang hobi. Why? Kalau hobiku nyanyi, nari, travelling, climbing, berenang,  atau apalah, itu kan agak sejenis gawulll gituhhh waktu ngebacanya. Tapi kenyataannya, untuk nyanyi tak mampu, nari tak bisa, travelling tak berdaya. Yang bikin saya bingung karena yang akan saya tulis adalah membaca dan menulis. Nah ini dia, jadi kayak aktivitas anak SD. Belum lagi kalau ditambah dengan menggambar. Waw, wow, wewww…

Guys, cukup lama tidak muncul ke permukaan, setelah postingan terakhir pada tanggal 29 Mei yang lalu. Jadi, kalau dihitung-hitung ada sekitar 1.128 jam lebih yang terlewatkan tanpa postingan baru. Mungkin ada yang heran karena blog ini tidak lagi update? Sehingga muncullah sejumlah pertanyaan: Apa mungkin saya akhirnya merasa bosan dan lelah?  Apa mungkin saya akhirnya sadar bahwa ini adalah aktivitas yang tidak menarik? Atau saya sudah memiliki mainan baru yang lebih menarik dari pada sekedar nulis di blog? Serta pertanyaan-pertanyaan lainnya #memangnya ada yang nanya? Hahaha #abaikan aja

Entah ada yang nanya atau nggak, jawabannya adalah Gak sama sekali, guys. Walaupun sama seperti aktivitas anak SD, saya tetap menyukai dan meminatinya: membaca, menulis dan menggambar. Saya melakukannya untuk menyenangkan diri sendiri dan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan diri. Syukur-syukur kalau ada orang yang mendapatkan manfaat dari apa yang telah saya lakukan, seperti blog ini. Walau blog ini tidak terupdate secara berkala, namun semoga saja masih ada informasi dan manfaat yang dapat diambil dari postingan-postingan lawasnya.

Berbicara mengenai hobi tadi, sebenarnya ada juga hobi yang saya miliki yang kelihatannya agak gawulll, bahkan mengalahkan kegawullllan hobi-hobi yang telah saya sebutkan tadi. Hahaaa… Hobi apa sih? Visual Communication Design. Memang tidak semua bagian dari VSG saya minati dan kuasai, tetapi hanya beberapa bagian dari situ. Itu pun tidak dalam tataran profesional, melainkan masih amatir, dengan software yang pastinya free. Ya, mungkin karena ini hanya untuk hobi saja, makanya saya merasa tidak perlu untuk sampai tataran profesional dengan perlengkapan yang berbayar. Mungkin seorang freestyle akan sulit menjadi desainer yang profesional, karena itu saya cukup menjadi seorang amatir yang profesional dalam keamatiran saya. Hahaha…. #Bertekad!!!

Akhir-akhir ini, dari pada menajamkan mata pena, saya lebih sering menajamkan mata pensil. #ngomong apa ini? maksudnya dari pada menulis, saya lebih sering menggambar. Maklum lah, selama 4 tahun kuliah, saya sangat sibuk untuk belajar, membaca, menulis, mengutak-atik laptop, serta kegiatan lainnya. Di sini, saya bukan freestyle lagi karena saya memfokuskan diri pada desain arsitektur rumah. Memang ribet, untuk seorang yang tidak berpengalaman dan tidak pernah mengenyam jurusan teknik arsitektur. Hanya bermodalkan cara menggambar perspektif yang didapat pada masa SMA ditambah dengan imajinasi yang mengawang tinggi, saya mendapatkan hasil yang memuaskan hati saya.

Sedikit beralih topik pembicaraan, dari hobi menjadi keterampilan (bakat). Hobi yang saya miliki pun perlahan-lahan menjadi keterampilan yang saya miliki. Walaupun saya tidak bisa menyanyi, menari dan sebagainya, saya bisa menjadi lebih daripada orang lain dengan keterampilan saya yang saya dapatkan dari hobi yang saya tekuni. Namun hanya beberapa yang saya peroleh secara formal, mungkin hanya 20-30% saja, selebihnya itu didapat secara autodidak saja.

Jurusan yang saya ambil pada saat kuliah ini, hanya ada sedikit kaitannya dengan keterampilan yang saya miliki. Malah sebenarnya, keterampilan saya seolah-olah dipaksakan supaya bisa sesuai. Seharusnya saya adalah orang yang pandai berbicara, luwes, pandai menyanyi, bisa main musik, dll. Hahaha…. terkadang saya merasa pesimis, sangat pesimis. Namun ternyata saya bisa juga lulus dari bangku kuliah ini. #heran campur bangga. Tetapi di balik rasa pesimis ini, saya hanya yakin bahwa siapa pun diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Entahlah, tapi beberapa waktu terakhir, saya akhirnya menikmati apa yang menjadi kelebihan saya dan tidak hanya memandang kelebihan orang lain. Menikmatinya, mengembangkannya dan membagikannya. Saya bersyukur karena ada orang-orang yang membuat saya merasa diperlukan dan berarti bagi mereka.

Sudahlah guys, rencananya postingan ini tidak sepanjang ini. tapi kenapa jadi panjang sekali ya??? Sudahlah. Doakan saja supaya postingan selanjutnya bisa berisikan tentang hal-hal yang bermanfaat dan tentunya bisa posting secara berkala. Kata-kata bijak untuk menutup postingan ngalor ngidul ini, “Tidak mudah untuk menjadi profesional dengan autodidak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kita bisa menjadi amatir yang profesional dalam keamatiran kita! Oleh karena itu cintailah apa yang dapat kau lakukan dengan sepenuh hati.”

 

One thought on “Nobody is Perpect

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s