Belajar dari Alam

image
Pohon di dalam air

Tak perlu jadi diri orang lain untuk bisa berbagi. Tak perlu jadi kaya untuk bisa memberi. Tak perlu tunggu hebat untuk bisa berkarya. Serta tak perlu tunggu nanti, kalau bisa hari ini.
Seusai pelayanan ke jemaat Kedungkang, saya menyempatkan diri untuk jalan ke jembatan yang tengah dibangun di sana. Jembatan terpanjang yang menghubungkan desa Kedungkang dengan danau. Saat itu saya menemukan sebatang pohon yang tumbuh ditengah-tengah air. (Nb: Sendiri lagi, persis kayak kamu mblo, iya kamuuu mblo….)
Dari sinilah saya mengambil hikmah, bahwa hidup saling memberi, saling membagi, sehingga dapat saling menopang. Bukan saling menghina, merampas, pelit, tidak berbagi, menindas, intoleran, serta sikap hidup lain yang seharusnya tidak ditunjukkan selaku manusia yang berakal.
Sekali lagi, kita harus malu tapi mau untuk mengakui bahwa kita terkadang harus belajar dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Dimana katanya tak berakal, tak sempurna, lebih rendah dari kita. Namun ternyata mampu memberi contoh bagi kita manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: