My Graduation

Graduation alias mindahin tali dari kiri ke kanan (definisinya saya), akhirnya sah juga dirasakan. Nama menjadi sedikit lebih panjang dengan penambahan tiga huruf satu titik. Namun agak kurang gregetnya, gara-gara pake acara nunda segala. Isi kepala udah full sama kerjaan, sehingga semua memori ala mahasiswa udah hampir pada terkikis semua (cieee). Jadi, statement kepuasan sebenarnya bukan, “ah, akhirnya lulusss juga”, melainkan “ah, mindah tali juga akhirnyaa….”. (ini versi saya, lohhh)Namun untuk mindahin tu tali, diakui benar-benar penuh dengan lika liku perjuangan. maksudnya baik itu waktu kuliahnya maupun selama tenggang waktu penantian lebih dari 8 bulan sejak yudisium. Termasuk juga lika-liku perjuangan yang menguras dompet, perut dan tenaga untuk perjalanan serta betapa mengerikannya menjadi srikandi dalam 5 jam acara berlangsung. Sudahlah, tetek bengek semacam ini tak perlulah diceritakan ya, kan? Yang terpenting adalah perasaan selama perjuangan untuk mendapatkannya.

Bagaikan “mau maju tapi tak yakin, tapi mau mundur pun sudah tak dapat lagi”, itulah perasaan selama perjuangan mendapatkannya. Ada ketakutan karena ada banyak kelemahan yang notabene mencerminkan it’s not yours… Membandingkan diri dengan kawan yang lain membuat diri semakin kecil. Mencoba menjadi diri orang lain, mengikuti tuntutan, akhirnya stress sendiri karena it’s not my self. Namun Tuhan memang maha Pengasih. Si Pesimis semacam saya ini terus dibimbing, bahkan dalam suasana hati yang terus tidak percaya, tidak yakin. Urat pesimis yang sebesar gajah memang terus dibawa hingga akhir, tetapi memang kehendak Tuhan tidak bisa dilawan. Hingga akhir pun, terus mencoba untuk lari dan memberontak. Tetapi rangkulan Tuhan tetap menahan di dalam kehendak-Nya yang tak terlawan, tak terbantahkan.

Ini bukan sekedar curhat, ini kenyataan. Bukti bahwa masuk dalam rencana Tuhan, memang tak terselami dan sulit dimengerti. Tetapi sekali Ia berkehendak, Ia akan terus memampukan dan meyakinkan kita akan indahnya kehendak-Nya. Untuk selanjutnya, saya masih terus berjuang. Terus meyakinkan diri bahwa kehendak-Nya selalu indah, seraya memantapkan diri untuk meraih pencapaian luar biasa selanjutnya.

Soli Deo Gloria!

Lia Afriliani, S.Th

img_new

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s