Roma 8:28-30 : Allah adalah Sesamaku

Bapak/ibu/saudara/i yang dikasihi Tuhan, siapa diantara kita yang tidak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidup? Saya yakin, tidak ada manusia yang tidak pernah mengalami pergumulan, kesulitan dan penderitaan dalam kehidupannya. Dan yang namanya kesulitan dan penderitaan itu bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan. Entah itu perkuliahan, pekerjaan, pelayanan, keluarga, cinta, masa depan, dll. Setiap orang dalam fase-fase tertentu dalam hidupnya pastilah pernah mengalami itu semua. Ketika ia mengalami penderitaan, kesulitan & pergumulan tersebut, maka pasti akan ada titik dimana akhirnya ia akan merasa jenuh, tidak tahan dan akhirnya mengeluh.

Bapak/ibu/saudara/i, ketika ada banyak hal yang tidak kita kehendaki terjadi dalam kehidupan kita, kita seringkali kurang bisa untuk menerimanya. Dan bukan hal yang mudah pula untuk mengatakan pada diri kita sendiri, “Sudahlah, ini adalah kehendak Allah yang tak terselami oleh pemikiranku sebagai manusia.” Ya, itu tidak mudah!

Kecenderungan kita yang paling mudah untuk kita lakukan adalah mengeluh dan menyalahkan. Ketika kita berada dalam pergumulan, mana sempat terpikir oleh kita untuk mengakui dan menerima ini semua sebagai kehendak Allah dalam hidup kita. Seringkali, kita hanya sibuk mengeluh dan sibuk memikirkan mengapa kita harus menderita, mengapa harus mengalami pergumulan atau permasalahan itu, kemudian menyalahkan diri sendiri atau orang lain atau bahkan menyalahkan Allah!

Bapak/ibu/saudara/i, Allah adalah sesamaku, itulah tema kita hari ini. Definisi sesama menurut KBBI adalah sama-sama atau satu golongan. Tampaknya kata ini ingin menyetarakan sesuatu dengan sesuatu yang lain sebagai sama atau segolongan. Allah memang tidak akan bisa kita golongkan atau setarakan menjadi sama seperti kita manusia, karena kita dan Dia jelas berbeda. Salah satunya dalam hal keberdosaan. Tetapi konsep memandang Allah sebagai sesama bukanlah konsep yang mustahil, tetapi adalah konsep yang real. Mengapa? Ada kriteria sesama yang sering kita kenakan pada manusia yang ternyata adalah kriteria yang dapat ditemukan didalam Allah. Sesama yang baik adalah sesama yang setia, baik dalam suka maupun duka. Sesama adalah orang yang rela berkorban bagi kita. Sesama yang baik menuntun kita keluar dari permasalahan kita. Dalam perspektif melewati pergumulan hidup, Allah bukan hanya Allah yang berdaulat dalam hidup kita, tetapi juga sesama yang ikut berjuang bersama kita dalam pergumulan kita. Kita hendaknya melihat Allah sebagai sesama kita, bukan sebagai musuh! Bukan sebagai yang akan kita salahkan ketika kita sudah tidak tahan lagi dengan kesulitan hidup!

Roma 8:28-30 menyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam hidup kita. Ya, Allah adalah sesamaku karena Ia setia dan tidak meninggalkan kita. Jika Ia setia dan tidak meninggalkan kita, mengapa Allah tidak menyingkirkan saja segala bentuk penderitaan dan kesulitan dari kehidupan anak-anakNya? Jika memang Ia turut bekerja, kenapa Ia tidak menghentikan segala macam penderitaan dan kesulitan yang akan menghampiri kita? Apakah ini berarti bahwa Allah tidak mengasihi umat-Nya? Nah, ini dia, kita mulai lagi menyalahkan Allah! Justru Allah menggunakan semua lika-liku kesulitan dalam hidup kita untuk kebaikan kita. Kebaikan yang bagaimana? Kebaikan yang tentu saja bukan hanya berkisar pada kesenangan jasmani, tetapi juga adalah supaya kita semakin serupa dengan AnakNya, Yesus Krisus. Melalui pergumulan hidup, kita bisa menjadi semakin dewasa dalam iman kita. Kita dapat menjadi semakin dekat dan bergantung kepada Allah!

Bapak/ibu/saudara/i yang dikasihi Tuhan, Allah bukan hanya Bapa, bukan hanya Allah yang berdaulat dalam hidup kita, tetapi Ia adalah sesama. Dalam hal apa lagi Ia dikatakan sesama kita? Ia tidak segolongan dengan kita, Ia tidak berdosa seperti kita, dan Dia berbeda dengan kita! Bapak, ibu, saudara/i, Allah adalah sesamaku ketika Ia bekerja secara utuh dan aktif dalam setiap kesulitan dan pergumulan kita. Ia bukan Pribadi yang patut untuk kita salahkan karena Ia juga bekerja dan tidak meninggalkan kita ketika kita menderita. Kecenderungan kita dalam menyalahkan Allah dipacu oleh kita melihat Dia sebagai Yang Berkuasa yang tidak bertindak ketika kita dalam penderitaan, tetapi kita tidak membuka mata kita dan menyadari bahwa Ia beserta dan bekerja bersama kita dalam penderitaan kita. Ia bekerja bahkan dalam peristiwa-peristiwa yang menyakitkan sekalipun! Dalam hal ini, Ia benar-benar adalah sesama bagi kita. Ia sesama dalam penderitaan dan pergumulan kita, Ia ikut berjuang dan bekerja, dan Ia adalah sesama yang pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihiNya!

Bapak/ibu/saudara/i yang dikasihi Tuhan, Dalam perspektif menghadapi kerasnya perjuangan kehidupan, Allah adalah sesamaku, mengajak kita untuk memandang Allah sebagai sesama kita ketika kita tengah mengalami pergumulan dalam hidup! Bukannya malah memandang Dia sebagai musuh ataupun sumber penderitaan dan kesulitan hidup! Bapak/ibu/saudara/i yang dikasihi Tuhan, Apa pergumulanmu saat ini? Apa kesulitanmu? Tugas kuliah menumpuk? Final test, ujian proposal skripsi dan skripsi menakutimu? Keluargamu tengah dalam masalah? Pekerjaanmu menemui kendala? Kesehatanmu menurun? Pacarmu meninggalkanmu? Jangan takut, Allahmu adalah Allah yang menjadi sesama bagi Anda, bagi saya, dan bagi kita semua!

Allah adalah sesama, Mungkin ini adalah hal yang biasa, karena kita juga sering menganggap Allah sebagai sahabat dan kawan. Tetapi sudah sejauh mana kita meyakini bahwa Ia adalah sahabat, kawan, dan sesama bagi diri kita? Menyalahkan Allah ketika kita tengah berada dalam kesulitan hidup, bukanlah pilihan yang bijaksana, karena Ia adalah Allah yang berdaulat atas hidup kita, sekaligus sesama yang juga bersama dengan kita menyelesaikan pergumulan hidup ini! Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s