Arsip Tag: Renungan

PERSEMBAHAN SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR (II Korintus 9:6-15)

random113-5bb9d6c112ae945bf45464a2Tentunya kita sering mendengar ayat 6 dan 7 dibacakan sebagai nast pengantar persembahan. Tetapi sejauh apakah kita mengerti dua ayat ini? Ayat 6 seolah-olah merupakan suatu ancaman bagi kita, bahwa jika kita menabur hanya sedikit, maka yang kita tuai pun sedikit. Demikian sebaliknya, jika kita banyak menabur, maka kita akan menuai banyak juga. Seolah-olah jumlah besar dan kecil yang kita beri itu merupakan tolak ukur standar tentang berkat Tuhan yang akan kita terima nanti. Dengan pemahaman seperti ini, motivasi atau dorongan kita memberi persembahan adalah semata-mata agar Tuhan memberkati kita. Artinya, kita kemudian menyogok Tuhan dengan persembahan kita. Padahal ayat ini tidak dapat kita artikan demikian, melainkan diterjemahkan sebagai sikap hati. “siapa yang menabur sisa akan menuai sisa, siapa menabur dengan murah hati, karena ia akan menuai kemurahan”. Jadi, bukan masalah besar-kecil, tetapi sikap hati dalam memberi yang kemudian dijelaskan dalam ayat 7. Lanjutkan membaca PERSEMBAHAN SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR (II Korintus 9:6-15)

Opini : Gereja Putar Haluan, Umat pun Lari

Lama gak posting dan kembali lagi saya beropini. Dari judulnya mungkin aneh dan mungkin ketika Anda membaca tulisan saya ini Anda menemukan konsep pemikiran saya yang salah dan tidak sesuai, maklumlah saya kan baru semester 2 di sekolah teologi, hehehe….. koreksi ya…… Lanjutkan membaca Opini : Gereja Putar Haluan, Umat pun Lari

Aku Gak Bisa Bikin Doa…

berdoa

Kalimat di atas seringkali di lontarkan oleh beberapa siswa di kala di minta untuk memimpin ibadah singkat dalam pembelajaran agama di sekolah. Khususnya di dalam pembelajaran agama Kristen, setiap siswa di beri giliran untuk memimpin ibadah singkat yang dilaksanakan sebelum masuk ke materi pelajaran.

Saya menulis tulisan ini bukan karena saya sempurna dalam berdoa. Bukan karna saya bisa, namun karena saya merasa aneh saja. “Kok bisa, ya gitu?” Berapa tahun sudah hidup? Berapa kali sudah mendengar orang berdoa? Memangnya dirumah tidak pernah berdoa?

Jika kita hanya mencari kata-kata yang indah agar doa kita menjadi indah dan puitis, saya berani mengatakan itu SALAH. Tidak jarang doa yang sangat sederhana bisa mengubah dunia. Jika kita senantiasa mengatakan kita tidak bisa berdoa, dimana rasa syukur kita pada Tuhan? Jika kita selalu mencari kata-kata yang indah untuk doa kita, tidak akan ada penyelesaian. Dan jika kita hanya mementingkan kata-kata yang harus kita ucapkan, doa kita akan sia-sia karena tanpa iman dan keyakinan.

Doa adalah wujud persekutuan antara kita dgn Tuhan yang lahir dari iman dan keyakinan yang kuat karena kita mengenal Dia secara pribadi. Doa yang baik adalah doa yg dinaikkan dgn ketulusan hati dan keyakinan yang teguh kepada Tuhan. Doa tidak sebatas kata-kata. Doa yang benar adalah doa yang benar-benar lahir dari hati. Doa bukanlah suatu seni, namun suatu naluri. Doa bukan suatu ilmu, namun doa adalah suatu kebutuhan rohani.

Yang terpenting dari doa adalah iman yang meyakini serta percaya akan kuasa Tuhan. Doa itu nafas orang percaya, jadi jangan sampai anda mengatakan saya tidak bisa berdoa. Anda bisa! Berdoalah secara sederhana namun penuh iman.

Malu dunk, ngakunya beragama tapi bilang gak bisa berdoa…